Batavia Raih Peringkat Tertinggi Pefindo, Dana Kelolaan Tembus Rp 56,4 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen (Batavia) meraih peringkat tertinggi dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) dalam penilaian manajer investasi. Pada saat yang sama, tiga produk reksa dana kelolaan Batavia memperoleh peringkat kualitas kredit tertinggi, yakni idAAA(f).
Batavia mendapatkan peringkat idMIA-1 yang mencerminkan kualitas dan kemampuan pengelolaan dana dalam kategori superior. Adapun tiga produk reksa dana yang memperoleh peringkat idAAA(f) adalah Batavia Dana Kas Maxima, Batavia Dana Obligasi Ultima, dan Batavia Obligasi Negara Indonesia.
Peringkat idAAA(f) menunjukkan tingkat perlindungan superior terhadap risiko kerugian akibat kemungkinan gagal bayar aset efek dalam portofolio reksa dana. Meski demikian, setiap produk memiliki tingkat volatilitas berbeda sesuai dengan karakteristik investasinya.
Baca Juga
Batavia AM: Status Standalone MSCI Tak Berarti Investor Asing Hengkang
Presiden Direktur Batavia Lilis Setiadi mengatakan, transparansi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan investor. Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai manajer investasi dan produk reksa dana sebelum mengambil keputusan investasi.
“Oleh karena itu, kami menjalani penilaian independen oleh Pefindo sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi sekaligus upaya memberikan referensi yang objektif bagi masyarakat. Bagi kami, hasil penilaian bukan sekadar peringkat, tetapi validasi independen atas kualitas Batavia dan produk yang kami kelola. Kami berharap hasil penilaian ini dapat membantu masyarakat dalam mengambil keputusan investasi secara bijak, terukur, dan cermat, sekaligus mendukung industri investasi yang semakin transparan dan terpercaya,” kata Lilis dalam media gathering di Kantor PT Batavia Prosperindo, Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Penilaian manajer investasi oleh Pefindo mencakup pertumbuhan dan stabilitas dana kelolaan, kinerja serta volatilitas produk, kondisi keuangan perusahaan, pengelolaan risiko investasi, kualitas riset, infrastruktur operasional, kemampuan tim investasi, dan layanan nasabah. Sementara itu, penilaian produk reksa dana mempertimbangkan kinerja, volatilitas, serta kualitas portofolio, termasuk konsentrasi aset dan likuiditas.
Dana Kelolaan Tumbuh 14,3%
Hingga akhir September 2026, total dana kelolaan atau asset under management (AUM) Batavia mencapai Rp56,4 triliun, meningkat 14,3% dibandingkan posisi akhir 2025. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh kenaikan dana kelolaan reksa dana sebesar 23,9%, dari Rp38,3 triliun menjadi Rp47,4 triliun.
Pencapaian Batavia tersebut berbanding terbalik dengan kondisi industri reksa dana. Pada periode yang sama, dana kelolaan industri mengalami kontraksi 5,6%, dari Rp679,2 triliun menjadi Rp641,1 triliun.
Baca Juga
Saat Pasar Berubah, Reksa Dana Pasar Uang Jadi Tempat Bertahan
Batavia juga memperluas bisnis melalui penerbitan delapan produk reksa dana baru, terdiri atas tujuh reksa dana dalam negeri dan satu reksa dana syariah luar negeri. Selain itu, perusahaan menerbitkan satu kontrak baru pengelolaan dana nasabah individual dan meluncurkan produk exchange traded fund (ETF) emas.
Batavia Dana Kas Maxima merupakan reksa dana pasar uang yang berinvestasi pada instrumen pasar uang dan efek utang dengan jatuh tempo tidak lebih dari satu tahun. Produk ini bertujuan mengoptimalkan pertumbuhan dana sekaligus menjaga likuiditas dan mempertahankan nilai modal. Per 30 September 2026, dana kelolaan Batavia Dana Kas Maxima mencapai Rp13,4 triliun, menjadikannya reksa dana pasar uang terbesar di Indonesia.
Selanjutnya, Batavia Dana Obligasi Ultima merupakan reksa dana pendapatan tetap yang berinvestasi pada efek utang yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi. Produk ini memperoleh peringkat idAAA(f)/S2, yang menunjukkan kualitas kredit tertinggi dengan volatilitas rendah hingga moderat.
