IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 0,84%, Saham Big Cap Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (21/10/2026), ditutup jatuh sebanyak 44,53 poin (0,84%) menjadi 5.234. Penurunan tersebut berbanding terbalik dengan pasar saham Asia yang cenderung menguat.
Penurunan juga dipicu atas aksi ambil untung sejumlah saham big cap yang cetak lompatan kemarin, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI. Begitu juga dengan saham BYAN, EMAS, SINI, MORA, hingga DSSA turun.
Baca Juga
Penurunan juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, sektor industry, material dasar, energi, keuangan, property, teknologi, infrastruktur, dan transportasi. Sebaliknya kenaikan masih melanda saham sektor konsumer non primer, konsumer primer, dan kesehatan.
Adapun saham dengan kenaikan harga pesat sesi I, yaitu MKNT melambung 33,33% menjadi Rp 4, SOLA naik 32,20% menjadi Rp 78, NATO naik 25% menjadi Rp 850, BUKK naik 24,84% menjadi Rp 980, dan JSPT naik 22,63% menjadi Rp 1.490, begitu juga TRUK naik hampir 20% menjadi Rp 6.025.
Kemarin, IHSG ditutup naik signifikan sebanyak 282,28 poin (5,65%) menjadi 5.278,28, namun pemodal asing masih agresif net sell senilai Rp 2,20 triliun. Net sell terbanyak melanda tiga saham bank papan atas berikut, yaitu BBCA senilai Rp 966,11 miliar, BBRI mencapai Rp 355,39 miliar, dan BMRI mencapai Rp 269,82 miliar.
Baca Juga
BCA (BBCA) Putuskan Perpanjang Periode Buyback Saham hingga 23 Oktober 2026, Ini Alasannya
Secara sectoral terjadi kenaikan pesat, saham sektor transportasi menguat 8,55%,sektor material dasar naik 6,62%, sektor property menguat 5,19%, sektor keuangan melesat 5,07%, sektor infrastruktur naik 5,60%, sektor energi naik 4,39%, sektor industry naik 4,56%, sektor konsumer non primer naik 4,20%, sektor teknologi naik 3,93%, sektor konsumer primer naik 2,66%, dan sektor kesehatan naik 2,25%.
Adapun saham dengan kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA) melanda saham ATLA naik 33,33% jadi Rp 24, TRUK naik 25% menjadi Rp 5.025, SHID naik 25% menjadi Rp 750, SOTS naik 25% menjadi Rp 650,dan PNSE naik 25% menjadi Rp 600.
ARA juga melanda saham CBRE dengan kenaikan 24,78% menjadi Rp 705, AGAR naik 24,71% menjadi Rp 1.590, ROCK naik 24,61% menjadi Rp 2.380, AKPI naik 24,44% menjadi Rp 560, SIPD naik 24,32% menjadi Rp 690, dan HATM naik 24,30% menjadi Rp 665. Meski tak ARA, saham BBSS, WMUU, SKBM naik lebih dari 23%.
