IHSG Ditutup Anjlok 4,57%, Seluruh Saham Big Cap Berguguran Sebaliknya IFSH dan SOTS ARA
JAKARTA, investortrust.id – Penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (4/3/2026), ditutup turun signifikan sebanyak 362,71 poin (4,57%) menjadi 7.577. Rentang pergerakan 7.486-7.937 dengan nilai transaksi Rp 28,4 triliun.
Penurunan signifikan IHSG hari ini dipicu kejatuhan indeks saham dunia akibat kekhawatiran perang Iran bisa tekan perekonomian global. Penurunan indeks juga datang dari sentiment negative dari outlook utang Indonesia diturunkan dari stable jadi negative.
Baca Juga
Perkuat Kesiapan Hadapi Tantangan dan Program Penjamin Polis, LPS Lantik Pejabat Baru
Seluruh sektor saham mengalami guncangan hebat sepanjang hari ini, terdalam melanda saham sektor material dasar melemah 7,42%, sektor trasnportasi 7,23%, sektor consumer primer 6,69%, dan sektor industry 5,38%. Penurunan lebih dari 4% melanda saham sektor energi, consumer non primer, teknologi, dan infrastruktur. Kejatuhan lebih dari 3% melanda saham sektor property dan keuangan.
Seluruh saham big cap mengalami penurunan dalam hari ini, seperti BREN, BBCA, TPIA, AMMN, DSSA, BBRI, BMRI, dan BRPT. Penurunan hebat juga melanda saham DCII, EMAS, FILM, RATU, hingga PANI.
Meski IHSG anjlok parah, kedua saham ini catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham IFSH naik 25% menjadi Rp 3.250 dan SOTS naik 24,59% menjadi Rp 1.140. Meski tak ARA, saham ITMA naik 11,91% menjadi Rp 2.630, GRPM menguat 9,94% menjadi Rp 376, dan INPS naik menguat 9,88% menjadi Rp 890.
Kemarin, IHSG kembali terjungkal sebanyak 77,06 poin (0,96%) menjadi 7.939. Sebaliknya pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 3,44 triliun di seluruh pasar setelah adanya crossing saham SGRO Rp 4,73 triliun melalui pasar negosiasi.
Baca Juga
OJK Geledah Kantor Mirae Asset Sekuritas, Dalami Dugaan Manipulasi IPO Saham BEBS
Penurunan indeks kemarin dipicu kejatuhan saham sektor material dasar dengan pelemahan 3,85%, sektor transportasi 2,10%, sektor consumer primer 1,05%, sektor infrastruktur 0,86%, sektor property 0,87%. Sebaliknya kenaikan tipis melanda saham sektor energi dan industry.
Sebaliknya sejumlah saham ini tetap perkasa dengan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) melanda saham MPOW sebanyak 34,38% menjadi Rp 129 dan RMKO naik 25% menjadi Rp 725. Kenaikan juga melanda saham ARTA sebanyak 24,19% menjadi Rp 3.850, IFSH naik 23,81% menjadi Rp 2.600, dan HUMI naik 19,61% menjadi Rp 244.

