Visa Perluas Penggunaan Kripto untuk Transaksi di Toko Offline dan Online
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan infrastruktur pembayaran kripto Mesh bermitra dengan Visa untuk memungkinkan pengguna membelanjakan saldo mata uang kripto (cryptocurrency) dan stablecoin dari dompet digital yang berpartisipasi di lebih dari 175 juta lokasi pedagang di seluruh dunia, kecuali di Indonesia.
Melalui integrasi ini, pengguna dapat melakukan pembayaran secara langsung di toko maupun daring menggunakan kredensial Visa yang disiapkan di balik layar. Mesh akan menangani pendanaan dan konversi transaksi sehingga pengguna tidak perlu menjual atau memindahkan aset kripto terlebih dahulu.
CEO sekaligus Co-Founder Mesh Bam Azizi mengatakan, tantangan penggunaan kripto untuk belanja selama ini terletak pada proses menghubungkan aset digital dengan sistem pembayaran pedagang.
Menurut dia, pengguna selama ini perlu memiliki kartu terpisah untuk membelanjakan aset kripto. Melalui kerja sama dengan Visa, saldo kripto dapat digunakan sebagai sumber daya beli saat pembayaran dilakukan tanpa mengharuskan pengguna memindahkan asetnya.
Baca Juga
OSL Indonesia Perkenalkan Program Reward Solana bagi Investor Kripto
Melansir The Block, Selasa (20/10/2026) integrasi tersebut juga dirancang agar pedagang tidak perlu melakukan perubahan pada sistem pembayaran yang sudah digunakan.
Meski demikian, Mesh dan Visa belum mengumumkan informasi mengenai ketersediaan awal layanan, perangkat yang didukung, maupun platform dompet digital yang akan berpartisipasi dalam kerja sama tersebut.
Mesh merupakan perusahaan infrastruktur pembayaran kripto yang turut mendukung peluncuran fitur Pay with Crypto milik PayPal. Pada Agustus 2025, pendanaan yang melibatkan PayPal Ventures, Coinbase Ventures, dan investor lainnya membawa total pendanaan Mesh melampaui US$130 juta.
Perusahaan tersebut sebelumnya juga meraih pendanaan Seri C senilai US$75 juta yang dipimpin Dragonfly pada Januari 2025, sehingga mencapai status unicorn.
Baca Juga
Gebrakan Rusia, Mulai dari Bank Boleh Perdagangkan Kripto hingga Larang Transaksi P2P Kripto
Kerja sama dengan Mesh menjadi bagian dari upaya Visa memperluas penggunaan aset digital dalam jaringan pembayaran globalnya.
Pada April 2026, Visa dan WeFi mengumumkan rencana yang memungkinkan pengguna membelanjakan aset digital melalui jaringan Visa sambil tetap memegang kendali atas aset dalam dompet yang dikelola secara mandiri (self custody wallet).
Sebelumnya, Visa dan Bridge juga menjalin kemitraan untuk memungkinkan pengembang menerbitkan kartu Visa yang didanai saldo stablecoin. Dalam skema tersebut, Bridge menangani infrastruktur di balik layar dan proses konversi mata uang.
