IHSG Dibuka Jatuh 4,9% Dekati 4.900, Trading Halt Bakal Melanda BEI Hari Ini?
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (19/10/2026), dibuka anjlok 253,29 poin (4,87%) ke bawah 5.000, tepatnya 4,931. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti material dasar, industry, dan infrastruktur lebih dari 5%. Penurunan juga melanda saham sektor keuangan, konsumer primer, konsumer non primer, dan teknologi.
Hampir seluruh saham big cap berjatuhan, seperti BBCA, BMRI, BBNI, BYAN, BREN, TPIA, BRPT. Kejatuhan juga melanda saham saham-saham big cap lainnya.
Baca Juga
Sebaliknya saham dengan lompatan harga pagi ini, yaitu saham TRUK dibuka cetak auto reject atas (ARA) sebanyak 24,72% menjadi Rp 2.220, TMPO naik 24,48% menjadi Rp 164, dan GOLD menguat 23,08% menjadi Rp 286. Kenaikan juga melanda saham PTSP sebanyak 24,72% menjadi Rp 2.220.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup jatuh sebanyak 678,68 poin (11,57%) menjadi 5.185, bahkan BEI sempat terapkan trading halt selama 30 menit. Level tersebut menjadi yang terendah sejak Oktober 2026 dan menjadi penurunan terbesar terhitung sejak krisis moneter tahun 1998. Pemodal asing berlomba-lomba keluar dari pasar saham Indonesia ditunjukkan dengan torehan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 3,34 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 2,32 triliun dan BBRI mencapai Rp 1,14 triliun.
Baca Juga
Dibandingkan Negara Lain, Begini Posisi Indonesia dalam Usulan Standalone Market MSCI
Penurunan ini juga sejalan dengan kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 13,36%, sektor infrastruktur turun 13%, sektor kesehatan jatuh 13,16%, sektor industry melemah 11,89%, sektor energi turun 11,39%, sektor konsumer primer melemah 11,12%, sektor konsumer non primer anjlok 10,11%, sektor transportasi turun 10,91%, sektor property melemah 9,63%, sektor keuangan melemah 8,98%, dan sektor teknologi turun 8,88%.
Penurunan tajam IHSG sejalan dengan kejatuhan mayoritas saham big cap hingga auto reject bawah (ARB), seperti BBCA, BBRI, BREN, BMRI, TPIA, ASII, TLKM, dan MORA. Saham ASII dan DCII tidak terkena ARB. Sebaliknya saham BYAN justru menguat.
Adapun tiga saham berikut justru berhasil menguat dengan catatkan auto reject atas (ARA), seperti saham BSWD naik 25% menjadi Rp 5.625, ABDA melesat 24,93% menjadi Rp 4.710, dan TRUK naik 24,81% menjadi Rp 3.220. Lompatan juga melanda saham PTSP sebanyak 20,72% menjadi Rp 2.010.
