Meski Bitcoin Cetak Kinerja Positif pada September, 3 Tantangan Ini Masih Membayangi di Oktober
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bitcoin (BTC) menutup September 2026 dengan kinerja positif, sekaligus mematahkan reputasi bulan tersebut sebagai periode terlemah bagi aset kripto. Namun, reli Bitcoin belum tentu berlanjut pada Oktober karena pasar masih dibayangi arah kebijakan suku bunga The Fed, ketidakpastian regulasi kripto di Amerika Serikat (AS), serta potensi tekanan jual dari pembayaran kreditur Mt Gox.
Melansir rilis Luno, Jumat (9/10/2026), Bitcoin mengakhiri September di level US$ 83.712 atau naik 6,6% dibandingkan penutupan Agustus sebesar US$ 78.563. Capaian ini memperpanjang tren positif Bitcoin pada September selama empat tahun beruntun, sekaligus mengantarkan BTC membukukan kenaikan lebih dari 40% sepanjang kuartal III 2026.
Meski begitu, sejumlah agenda penting pada Oktober 2026 berpotensi menentukan arah pergerakan harga Bitcoin selanjutnya.
Pertama, arah kebijakan suku bunga The Fed. Pasar akan mencermati risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada 7 Oktober, data inflasi AS pada 14 Oktober, serta keputusan suku bunga pada 29 Oktober. Inflasi yang kembali meningkat dapat memperkuat ekspektasi kebijakan moneter ketat, sedangkan keputusan menahan suku bunga berpotensi meredakan tekanan terhadap aset berisiko, termasuk Bitcoin.
Baca Juga
Bitcoin Belum Memenuhi Kriteria Cadangan Devisa, OJK Kaji Aspek Pengelolaan Aset Sitaan
Kedua, ketidakpastian regulasi kripto AS. kegagalan CLARITY Act melewati tahapan prosedural di Senat pada September membuat arah pengaturan industri kripto masih menjadi perhatian investor. Di lain sisi, tenggat penyampaian komentar publik atas usulan Regulation Crypto Assets oleh Securities and Exchange Commission (SEC) pada 20 Oktober menjadi agenda penting yang dapat memberikan gambaran mengenai arah kebijakan regulator.
Ketiga, potensi tekanan jual dari kreditor Mt Gox. Wali amanat bursa krit po yang bangkrut tersebut memiliki tenggat pembayaran kreditur hingga 31 Oktober 2026. Per akhir September, dompet Mt Gox masih menyimpan sekitar 34.387 BTC senilai US$ 2,88 miliar. Pergerakan aset tersebut berpotensi memicu volatilitas jika pasar mengantisipasi peningkatan pasokan Bitcoin yang masuk ke peredaran.
Di tengah berbagai tantangan itu, Oktober tetap dikenal sebagai Uptober karena rekam jejak historisnya yang cenderung positif. Data CoinGlass menunjukkan Bitcoin ditutup menguat dalam 10 dari 13 bulan Oktober sepanjang 2013-2025 yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
Baca Juga
Bitcoin Nyaris Turun ke US$80.000, Arus Keluar ETF dan Inflasi Jadi Tekanan
Namun, pola musiman bukan jaminan reli akan berulang. Pada Oktober 2025, Bitcoin justru terkoreksi 3,69% di tengah gejolak perdagangan AS-China yang memicu likuidasi besar-besaran di pasar kripto.
Terlepas dari itu, jika melirik data CoinMarketCap pada Jumat (8/10/2026), harga Bitcoin berada pada level US$ 82.499,09 pada pukul 13.56 WIB atau turun 0,40% dalam 24 jam terakhir dan merosot 4,11% dalam sepekan belakangan.
