Net Sell Berlanjut Rp 817,80 Miliar, Investor Asing Lepas Saham Emiten Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 817,80 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (13/12/2023), sebanyak 49,97 poin (0,70%) menjadi 7.075,34.
Net sell terbanyak melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 139,03 miliar, PT United Tractors Tbk (UNTR) Rp 121,43 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 101,31 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencapai Rp 84,21 miliar, dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 74,69 miliar.
Baca Juga
Dilanda Profit Taking, Saham Bank Digital Berguguran Dipimpin ARTO
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda kelima saham berikut, yaitu saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) Rp 41,75 miliar, PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) Rp 34,17 miliar, PT Kino Indonesia Tbk (KINO) Rp 30,52 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 23,53 miliar, dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Rp 22,93 miliar.
Penurunan indeks didukung penurunan sejumlah sektor saham, seperti saham sektor teknologi terkoreksi 2,22%, sektor industry terkoreksi 1,13%, sektor keuangan 1,09%, sektor material dasar 0,95%, dan sektor energi 0,90%.
Sebaliknya penguatan melanda saham sektor kesehatan 0,64%, sektor consumer non primer 0,34%, dan saham sektor transportasi 0,01%.
Meski IHSG merosot, sejumlah saham ini cetak lompatan harga hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Jaya Agra Wattie Tbk (JAWA) naik Rp 38 (34,55%) menjadi Rp 148, PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) cetak ARA dengan kenaikan Rp 150 (25%) menjadi Rp 750, dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA) menguat Rp 125 (24,51%) menjadi Rp 635.
Baca Juga
Meski Saham Emiten Prajogo Bergerak Bervariasi, TPIA dan CUAN Cetak Rekor Baru
ARA juga melanda saham PT Sekar Laut Tbk (SKLT) dengan kenaikan Rp 64 (24,43%) menjadi Rp 326 dan PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat Rp 103 (24,41%) menjadi Rp 525.
Sebaliknya pelemahan paling dalam melanda saham PT Aesler Grup Internasional Tbk (RONY), PT Indointernet Tbk (EDGE), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Jago Tbk (ARTO), dan PT NFC Indonesia Tbk (NFCX).

