Sahamnya ARB ke Rp 43, Manajemen GOTO Soroti Aturan Baru BEI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menegaskan penurunan harga saham perseroan tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat.
Di lantai bursa, saham GOTO terpantau merosot hingga menyentuh auto reject bawah (ARB) ke level Rp 43 pada pembukaan perdagangan sesi I Senin (28/9/2026).
“Harga saham GOTO saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat,” kata Head of Corporate Affairs GOTO Audrey Petriny dalam keterangan resminya kepada media, Senin (28/9/2026).
Audrey memandang dinamika harga saham GOTO lebih disebabkan oleh faktor teknis menyusul aturan baru BEI yang mulai membuka perdagangan saham dengan harga di bawah Rp 50 pada Senin (28/9/2026).
Baca Juga
Deretan Saham Anjlok Hingga ARB ke Level Rp 43 Usai Harga Minimum Jadi Rp 1, Ada GOTO hingga BCAP
Berdasarkan fundamental, GOTO mencatatkan kinerja bisnis yang positif. Pada kuartal II-2026, perseroan kembali mencetak laba bersih sebesar Rp 252 miliar dan membukukan laba selama dua kuartal berturut-turut.
Pendapatan bersih GOTO tercatat sebesar Rp 5,7 triliun, sementara adjusted EBITDA mencapai lebih dari Rp1 triliun. Perseroan juga tetap berada di jalur untuk mencapai pedoman adjusted EBITDA setahun penuh sebesar Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
“Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis, yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” tandas Audrey.
Asal tahu saja, BEI mengubah batas harga terendah saham dari Rp 50 menjadi Rp 1 tersebut bertujuan memberikan ruang perdagangan yang lebih luas, meningkatkan kualitas pembentukan harga atau price discovery, serta mendorong efisiensi perdagangan saham.
