Kapitalisasi Altcoin Tembus Rp 6.640 Triliun, Sinyal Momentum Mulai Dicermati
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kapitalisasi pasar aset kripto di luar Bitcoin meningkat lebih dari US$371 miliar atau setara Rp6.640 triliun (Rp 17.900 per dolar AS) sejak Juni 2026, seiring membaiknya tren harga sejumlah altcoin. Analis CryptoQuant, Darkfost, mencatat sekitar 87% altcoin yang terdaftar di Binance kini diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 200 hari.
Darkfost melaporkan perkembangan tersebut pada 27 September 2026. Berdasarkan analisisnya, kenaikan kapitalisasi pasar yang mencakup Ethereum tersebut mencapai sekitar 45% sejak Juni. Ia menyebut luasnya pemulihan sebagai indikasi momentum positif di pasar altcoin, sekaligus memperingatkan adanya tanda-tanda pasar memasuki fase yang lebih rentan.
Data TradingView menempatkan TOTAL2 indeks kapitalisasi pasar 125 aset kripto teratas di luar Bitcoin di sekitar US$1,17 triliun. Dalam definisi TradingView, TOTAL2 tetap mencakup Ethereum.
Sementara itu, TOTAL3, yang mengecualikan Bitcoin dan Ethereum, berada di kisaran US$810 miliar. TradingView mencatat TOTAL3 sebagai kapitalisasi gabungan 125 aset kripto teratas setelah tidak memasukkan dua aset dengan kapitalisasi terbesar tersebut.
Perubahan juga terlihat pada indikator tren jangka panjang. Darkfost mencatat sekitar 87% altcoin Binance berada di atas MA 200 hari, sementara hanya sekitar 13% yang masih berada di bawah indikator tersebut.
Baca Juga
Bitcoin Relatif Stabil di Akhir Pekan Ini, Altcoin Menguat dan Bitget Mulai Pulihkan Penarikan
Kondisi tersebut berbalik dibandingkan periode sebelumnya. Pada Juni, sekitar 84% altcoin spot yang terdaftar di Binance masih berada di bawah MA 200 hari. Menurut analisis Darkfost, kondisi tersebut berlangsung hampir delapan bulan dan menjadi salah satu periode terpanjang sejak 2020.
Pada 19 September, proporsi altcoin Binance yang berada di atas MA 200 hari telah mencapai sekitar 70%. Pada periode yang sama, TOTAL3 menembus US$800 miliar untuk pertama kalinya dalam delapan bulan. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 87% pada pengukuran 27 September.
MA 200 hari merupakan indikator yang menghitung rata-rata harga penutupan selama sekitar 200 hari. Pelaku pasar umumnya menggunakannya untuk melihat posisi harga aset terhadap tren jangka panjang.
Selain kenaikan kapitalisasi, aktivitas perpindahan altcoin ke bursa juga meningkat. Darkfost mencatat rata-rata tujuh hari transaksi deposit altcoin di Binance mencapai sekitar 31.800 transaksi pada 15 September, hampir empat kali lipat dibandingkan rata-rata Juli yang sekitar 8.300 transaksi.
Namun, jumlah transaksi deposit tidak menunjukkan nilai dana yang masuk dan tidak secara langsung membuktikan terjadinya aksi jual. Peningkatan deposit hanya menunjukkan lebih banyak token yang dipindahkan ke platform perdagangan.
Darkfost sebelumnya menyatakan peningkatan aktivitas bursa tersebut dapat berkaitan dengan tekanan jual, meskipun tekanan jual yang teramati saat itu belum berada pada tingkat yang luar biasa tinggi.
Baca Juga
Di pasar derivatif, aktivitas perpetual futures altcoin juga meningkat. Data Coinalyze yang dikutip Crypto.news menunjukkan open interest kontrak perpetual yang terkait altcoin sempat melampaui Bitcoin untuk pertama kalinya sejak Desember 2024.
Kenaikan open interest menunjukkan bertambahnya posisi derivatif yang masih terbuka, tetapi tidak menentukan apakah pelaku pasar secara keseluruhan mengambil posisi untuk kenaikan atau penurunan harga.
Dengan demikian, pemulihan pasar altcoin saat ini terlihat dari kenaikan kapitalisasi TOTAL2, meluasnya jumlah aset yang berada di atas MA 200 hari, serta meningkatnya aktivitas perdagangan di bursa. Di sisi lain, peningkatan aktivitas deposit dan indikator momentum menjadi faktor yang turut diperhatikan dalam menilai keberlanjutan reli tersebut.
