Tragedi Oktober di BEI! Rp 1.833 Triliun Kapitalisasi Pasar Menguap, Asing Kabur Rp 17 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok sebanyak 1.014 poin (16,70%) dari 6.071 akhir September 2026 menjadi 5.057 pada akhir Oktober 2026. Penurunan tajam terjadi setelah MSCI mengusulkan pasar saham Indonesia menjadi standalone market.
Sejalan dengan kejatuhan indeks tersebut, kapitalisasi pasar (market cap) BEI menguap sebanyak Rp 1.833 triliun sepanjang Oktober. Market cap turun dari Rp 10.695 triliun pada akhir September menjadi Rp 8.862 triliun.
Baca Juga
Hantaman pasar saham tersebut juga memicu kaburnya pemodal asing dalam jumlah besar sepanjang bulan ini. Berdasarkan data, penjualan bersih saham oleh pemodal asing di seluruh pasar mencapai Rp 17,05 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham perbankan, seperti net sell BBCA senilai Rp 4,63 triliun, BBRI mencapai Rp 4,09 triliun, BMRI senilai Rp 3,06 triliun, TLKM senilai Rp 2,11 triliun, dan GOTO mencapai Rp 1,29 triliun.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) tebesar melanda lima saham berikut, yaitu ENRG senilai Rp 2,14 triliun dan CARE mencapai Rp 376,29 miliar yang umumnya ditransaksikan di pasar negosiasi. BRMS mencapai Rp 270,21 miliar, ASII senilai Rp 218,02 miliar, dan MEDC senilai Rp 217,81 miliar.
Baca Juga
Adapun penurunan IHSG BEI sepanjang year to date (Ytd) telah mencapai 41,52% menjadi 5.057 dan menjadikan pasar saham Indonesia yang terburuk di dunia. Penurunan pasar saham Indonesia tak lepas dari hantaman MSCI.
Penurunan juga dipicu pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor infrastruktur dan teknologi anjlok lebih adri 50% sepanjang ytd. Begitu juga dengan saham sektor energi, industri, konsumer primer, properti telah anjlok lebih dari 40%. Sedangkan saham sektor keuangan dengan penurunan terendah mencapai 22,70% sepanjang ytd.
Tekanan pasar saham Indonesia juga dipengaruhi atas kejatuhan sejumlah saham emiten big cap berikut, yaitu DSSA telah jatuh lebih dari 83% sepanjang ytd. Saham BREN anjlok 81,49%, BBCA turun 34,22%, TLKM melemah 43,10%, BBRI turun 23,50%, TPIA anjlok 81,71%, BRPT turun 67,28%, BRMS jatuh 69,82%, BMRI anjlok 27,06%, dan FILM melemah 97,92%.
