IHSG Sesi I Melemah 0,55% Terseret Kejatuhan Mayoritas Sektor Saham
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (25/9/2026), ditutup berbalik melemah 34,88 poin (0,55%) menjadi 6.263, dibandingkan awal sesi dibuka di zona hijau. Rentang pergerakan 6.261-6.328 dengan nilai transaksi Rp 4,24 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor industry 2,07%, sektor konsumer primer 0,55%, sektor non primer 0,57%, sektor energi 0,54%, sektor material dasar 0,41%, sektor property 1,02%, sektor infrastruktur 1,32%, dan sektor keuangan 0,40%. Sebaliknya kenaikan tipis landa sektor teknologi 0,19%.
Baca Juga
OJK Perketat Pelaporan Insidental Pasar Modal, Aturan Baru Berlaku 1 Oktober
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih berhasil torehkan lompatan harga. Di antaranya, saham SHID naik 24,83% menjadi Rp 905, TRUK naik 24,64% menjadi Rp 2.580, INTD naik 22,63% menjadi Rp 466, FORU menguat 19,05% menjadi Rp 350, dan ROCK menguat 13,84% menjadi Rp 2.180.
Kemarin, IHSG ditutup jatuh sebanyak 76,30 poin (1,20%) menjadi 6.298 disertai dengan investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,49 triliun. Net sell ini terbanyak melanda saham BMRI senilai Rp 531,94 miliar, BBRI mencapai Rp 133,24 miliar, dan TLKM senilai Rp 84,61 miliar.
Pelemahan IHSG kemarin dipicu atas penurunan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar turun 2,17%, sektor industry 2,09%, sektor konsumer primer 1,28%, sektor keuangan 1,32%, sektor property 1,66%, sektor infrastruktur 1,14%, sektor teknologi 1,14%, transportasi 0,84%, sektor konsumer non primer 0,36%, dan sektor energi 0,36%.
Baca Juga
Rupiah dan Arus Dana Asing Jadi Penentu Utama Penguatan IHSG ke Depan
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, seperti saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Pelemahan juga melanda saham BSSR, IMPC, CMRY, PANI, EMAS, INKP, hingga POLU.
Sebaliknya sejumlah saham berikut justru berhasil torehkan kenainan pesat, seperti BIPP naik 33,85% menjadi Rp 87, UNSP menguat 25% menjadi Rp 320, WAPO menguat 24,82% menjadi Rp 352, FORU melambung sebanyak 24,58% menjadi Rp 294. Kenaikan juga melanda semua saham emiten Haji Isam, seperti ASLI, TEBE, JARR, PGUN, hingga FAST.
