CDIA Tebar Dividen Interim Rp1,42 per Saham, Ini Jadwalnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) memutuskan membagikan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp 1,422181 per saham. Dividen tersebut berasal dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa, (22/9/2026), tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen atau recording date ditetapkan pada 2 Oktober 2026.
Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum dividen ditetapkan pada 30 September 2026, sedangkan ex dividen pada 1 Oktober 2026. Sementara untuk pasar tunai, cum dividen ditetapkan pada 2 Oktober 2026 dan ex dividen pada 5 Oktober 2026.
Selanjutnya, pembayaran dividen interim CDIA akan dilakukan pada 22 Oktober 2026. Dividen akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada 2 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Merujuk kinerja keuangan semester I-2026, laba CDIA anjlok 74% menjadi US$19,3 juta pada semester I-2026, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$74,4 juta. Penurunan laba tersebut terjadi karena peningkatan beban perseroan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.
Baca Juga
Bisnis Logistik Moncer, Pendapatan Chandra Daya (CDIA) Tumbuh Dua Digit
Meski demikian, CDIA membukukan pendapatan sebesar US$82,1 juta pada semester I-2026, meningkat 22,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan pendapatan terutama didorong oleh segmen logistik yang mencatatkan kenaikan pendapatan 80,2% menjadi US$27 juta, seiring ekspansi bisnis logistik maritim dan darat.
Sementara itu, pendapatan dari segmen energi meningkat 5,4% menjadi US$51,8 juta. CDIA juga membukukan laba bruto sebesar US$19,6 juta, naik 2,8% secara tahunan.
Selain itu, EBITDA perseroan meningkat 25,3% menjadi US$31,6 juta. Margin EBITDA juga naik dari 37,7% menjadi 38,5%, yang mencerminkan kontribusi yang semakin besar dari platform infrastruktur perseroan yang terdiversifikasi.
