Mendag Budi Santoso Ungkap Penyebab Harga Daging Sapi Tembus Rp142 Ribu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi tingginya harga daging sapi di sejumlah daerah yang salah satunya dipengaruhi oleh kendala distribusi. Pemerintah mencatat rata-rata harga daging sapi secara nasional telah mencapai sekitar Rp142.000 per kilogram.
Mendag Budi mengatakan, harga daging sapi di beberapa daerah bahkan lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah yang memiliki jangkauan distribusi lebih sulit dibandingkan daerah lainnya.
"Memang ada di daerah di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya." kata Budi saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).
Menurut Budi, persoalan distribusi menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan untuk menjaga keterjangkauan harga daging sapi di tingkat konsumen. Selain memastikan ketersediaan pasokan, pemerintah juga terus memantau perkembangan harga pangan melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Baca Juga
Harga Daging Sapi Tembus Rp 180.000/Kg, BPS Wanti-wanti Pemerintah
Budi menambahkan, pemerintah juga tengah mendorong peningkatan pasokan daging sapi melalui percepatan realisasi impor. Pasalnya, realisasi impor daging sapi saat ini masih berada di bawah 50%, dengan rata-rata sekitar 40%.
"Jadi kami minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," ujarnya.
Diketahui sebelumnya, berdasarkan pemantauan BPS, sebanyak 56 kabupaten/kota mengalami kenaikan IPH daging sapi pada minggu pertama Agustus 2026. Namun, tekanan harga terlihat cukup tinggi di sejumlah daerah. Di Kabupaten Kubu Raya, misalnya, harga daging sapi telah mencapai sekitar Rp165.000 per kilogram atau 17,86% di atas HAP.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebutkan, IPH daging sapi di wilayah tersebut masih mengalami kenaikan sebesar 7,51%. Kondisi lebih tinggi terjadi di Kabupaten Melawi. Harga daging sapi di wilayah tersebut telah mencapai Rp180.000 per kilogram atau sekitar 28,6% di atas HAP.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan harga daging sapi saat ini bukan hanya terkait dengan jumlah daerah yang mengalami kenaikan IPH, tetapi juga level harga yang sudah berada cukup jauh di atas batas acuan pemerintah.
"Walaupun hanya ada 56 Kabupaten/Kota yang mengalami kenaikan IPH tapi secara rata-rata nasional perlu mendapatkan perhatian karena sudah di atas HAP dan ada titik-titik di Kabupaten/Kota yang juga harus mendapatkan perhatian," terang Amalia.

