Bursa Global Menguat di Tengah Fluktuasi Komoditas, Simak Tiga Saham AS Rekomendasi Ajaib Sekuritas
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pasar saham Amerika Serikat menunjukkan sinyal positif pada perdagangan pre-market Senin (21/9/2026). Indeks utama Wall Street bergerak menguat yang dipimpin oleh indeks Nasdaq yang naik 0,61%, disusul indeks S&P 500 yang menguat 0,45%, serta Indeks rata-rata industri Dow Jones yang terangkat 0,4%.
Indeks S&P 500 sendiri diproyeksikan bergerak pada rentang 7.400-7.700. Laju penguatan pada pre-market ini didorong oleh lonjakan harga sejumlah saham secara signifikan, di antaranya Corning Incorporated ($GLW) yang melesat 3,5%, MicroStrategy Incorporated (MSTR) naik 3,04%, Alphabet Incorporated ($GOOGL) terangkat 2,84%, serta Motorola Solutions Incorporated (MSI) yang menguat 2,82%.
Sinyal positif dari bursa Paman Sam itu mengikutsertakan tren optimistis yang sebelumnya terjadi di kawasan Asia-Pasifik. Sebagian besar bursa utama di kawasan ini ditutup menguat tajam pada perdagangan akhir pekan, ditopang oleh gelombang aksi beli dari para investor.
Lonjakan dipimpin oleh Indeks Komposit Harga Saham Korea Selatan (KOSPI) yang melonjak 2,39%, diikuti Taiwan 1,93%, serta Nikkei yang naik 1,66%. Selain itu, Indeks Hang Seng Hongkong juga terangkat 0,96%, Shanghai Composite naik 0,9%, dan Indeks Nifty 50 India bertambah 0,24%.
Adapun tekanan terbatas hanya melanda bursa yang cenderung pasif, seperti Indeks Seluruh Saham Straits Times Singapura yang turun tipis 0,09% dan Indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,01%.
Di sisi lain, pergerakan harga komoditas energi justru melesu akibat dinamika pasokan di kawasan Timur Tengah. Harga minyak mentah Brent untuk kontrak pengiriman November melemah 2,22% ke level US$ 101,56 per barel, sementara minyak mentah WTI untuk pengiriman Oktober terkoreksi 2,23% ke level US$ 98,06 per barel.
Analis dari JPMorgan mengungkapkan, arus minyak dari Timur Tengah masih tergolong sangat kuat meskipun terjadi gangguan pada infrastruktur jaringan pipa Timur-Barat di Arab Saudi.
Total aliran minyak rata-rata mencatatkan angka 17,1 juta barel per hari dalam sepuluh hari terakhir, walau masih berada 6,1 juta barel per hari di bawah rata-rata tahun 2025.
Baca Juga
IHSG Ditutup Tersungkur 56 Poin, Sebaliknya 7 Saham Dipimpin CSMI justru ARA
Meski demikian, risiko gangguan pasokan masih membayangi pasar seiring potensi serangan dari kelompok Houthi serta dinamika hubungan diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran.
Rekomendasi saham
Menyikapi berbagai dinamika global tersebut, Financial Expert Ajaib Sekuritas, Miftahul Khaer, membagikan rekomendasi tiga saham Wall Street pilihan yang berpotensi memberikan imbal hasil optimal bagi para investor.
Pilihan pertama jatuh pada saham Apple Incorporated ($AAPL) yang diproyeksikan memiliki potensi kenaikan sebesar 6,48%. Investor disarankan masuk pada harga pembeliaan US$ 329,26 dengan target harga mencapai area psikologis US$ 350,58.
Batas toleransi risiko (stop loss) untuk $AAPL dipasang pada level US$ 320,11, yang membatasi potensi kerugian sebesar 2,78%, serta menawarkan rasio perbandingan risiko dan imbal hasil yang solid pada angka 2,33.
Saham pilihan berikutnya adalah Hewlett-Packard Incorporated ($HPQ) dengan potensi kenaikan mencapai 6,55% melalui strategi buy on dip. Posisi harga masuk yang direkomendasikan berada di level US$ 34,02, mengandalkan pola pemulihan harga di atas batas bawah pendukung.
Target harga saham $HPQ ditetapkan pada level US$ 36,25 dengan batas risiko kerugian sebesar 4,29% di level US$ 32,56 Dolar Amerika Serikat, sehingga menghasilkan rasio perbandingan risiko dan imbal hasil terstruktur sebesar 1,53.
Rekomendasi saham AS terakhir adalah Deere & Company ($DE) yang memunculkan skenario buy on dip setelah mengonsolidasikan pola tren naik. Posisi harga masuk ideal ditetapkan pada level US$ 674,36 dengan target harga ekspansi sebesar US$ 707,15, yang mencerminkan potensi kenaikan hingga 4,86%.
“Manajemen risiko perdagangan untuk saham perusahaan alat berat ini sangat memikat, dengan rasio perbandingan risiko dan imbal hasil mencapai 2,90.Batas stop loss disiplin pada US$ 663,05 untuk membatasi penurunan risiko hingga 1,68% saja,” tulis Miftahul pada Senin (21/9/2026).
