Asosiasi Analis Optimistis Pemilu Hadirkan Sentimen Positif ke IHSG
JAKARTA, investortrust.id – Secara historis, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) biasanya menguat pada tahun politik maupun tahun Pemilihan Umum (Pemilu).
Ketua Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) David Sutyanto mengatakan, biasanya, tekanan terhadap IHSG hanya terjadi di awal musim kampanye.
“Kalau pun pernah ada tekanan (itu) di awal masa proses kampanye, namun, pada saat usai proses pemungutan suara, IHSG kembali menguat,” ujar David sebagaimana dikutip Antara, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga
David mencontohkan, selama periode Pemilu tahun 2004 yang dilaksanakan dalam dua putaran, indeks saham meningkat 17,7%, bahkan pada Pemilu tahun 2009 meningkat signifikan 53,7%.
“(Tahun 2009) diperkirakan pasar merespons positif ketika calon presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menggandeng Boediono, mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) sebagai wakil presiden, yang dinilai propasar,” ujar David.
Namun demikian, faktor perekonomian dan kebijakan pemerintah yang diterapkan, tetap akan berpengaruh terhadap pergerakan indeks saham di dalam negeri.
David meyakini perekonomian akan bertumbuh dan bergerak positif selama periode Pemilu, salah satunya efek dari besarnya anggaran dana Pemilihan Presiden (Pilpres), Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mencapai Rp109,1 triliun.
Baca Juga
Emiten Infrastruktur Grup Salim (META) Timbang Akuisisi Tol Waskita, Begini Syaratnya
Dengan anggaran sebesar tersebut, menurutnya, pasti akan terjadi belanja barang dan jasa yang merata di seluruh negeri.
“Baik partai, caleg, capres, cagub, cabup, cawalkot dan lainnya, pasti akan belanjakan dananya untuk kampanye. Dan dari sini diharapkan perekonomian akan berputar,” ujar David.
Dalam kesempatan sama, Analis Senior Haryajid Ramelan mengatakan, tahun politik tidak perlu disikapi secara berlebihan, karena akan terus ada dalam jangka lima tahunan.
“Toh Pemilu sudah berjalan beberapa kali dan pasar modal terus bertumbuh” ujar Haryajid.
Sebagai informasi, pada 14 Februari 2024 mendatang, akan dilaksanakan pemungutan suara nasional untuk memilih presiden, anggota legislatif dan pimpinan daerah periode tahun 2024 sampai 2029.

