Net Sell Berlanjut Rp 349,27 Miliar, Saham Bank BUMN Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing kembali melanjutkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 349,27 miliar, seiring dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/9/2026), sebanyak 73,54 poin (1,13%) menjadi 6.4461,15.
Net sell saham terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu BMRI senilai Rp 282,92 miliar, BBRI senilai Rp 99,94 miliar, BBNI mencapai Rp 95,85 miliar, CPIN Rp 48,75 miliar, dan ASII mencapai Rp 35,50 miliar.
Baca Juga
Kinerja Lampaui Ekspektasi, Target Harga Saham Semen Indonesia (SMGR) Malah Dipangkas
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak melanda ANTM mencapai Rp 176,09 miliar, BUMI sebanyak Rp 100,53 miliar, BRMS mencapai Rp 97,64 miliar, TLKM senilai Rp 97,16 miliar, dan AMMN Rp 81,82 miliar.
Adapun penurunan indeks hari ini dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap, yaitu saham BYAN anjlok 8,11%, GGRM jatuh 5,92%, BMRI turun 2,253%, BBNI melemah 3,10%, BBRI melemah 2,35%, dan BBCA melemah 1,54%.
Penurunan indeks juga dipicu atas pelemahan mayoritas sektor saham, seperti sektor keuangan turun 1,36%, energi 1,27%, industry 1,56%, dan property 1,03%. Penurunan juga melanda saham sektor material dasar 0,73%, konsumer non primer 0,69%, teknologi 0,37%, dan transportasi 0,89%. Sebaliknya penguatan melanda sektor infrastruktur 0,17%, kesehatan 0,24%, dan konsumer primer 0,05%.
Baca Juga
Meski IHSG kembali terjungkal, sejumlah saham berikut cetak lompatan harga yang mengesankan, yaitu DEFI melesat 34,95% menjadi Rp 139, CCSI naik 24,86% menjadi Rp 442, dan VOKS naik 24,62% menjadi Rp 324. Kenaikan juga melanda saham ALKA sebanyak 18,88% menjadi Rp 7.400, TRJA menguat 18,85% menjadi Rp 145, dan SEMA naik 18,78% menjadi Rp 234.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 6,69 poin (0,10%) menjadi 6.534 setelah sempat bergerak dramatis dengan penurunan lebih dari 165 poin atau 2,5% pada awal sesi II. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 337,44 miliar terbanyak disumbangkan saham ANTM senilai Rp 209,32 miliar dan BMRI mencapai Rp 169,29 miliar.
