IHSG Dibuka Turun Tipis, Saham FORU hingga PTSN Kembali Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/9/2026), dibuka melemah sebanyak 12 poin (0,25%) menjadi 6.522. Penurunan sejalan dengan pelemahan mayoritas pasar saham Asia.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti material dasar, consumer primer, energi, consumer non primer, keuangan, kesehatan, property teknologi, infrastruktur, transportasi.
Baca Juga
Danamon Proyeksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,2% di Tengah Perlambatan Global
Meski IHSG bergerak melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan pedasat, seperti FORU menguat 21,77% menjadi Rp 4.500, LAPD naik 20,29% menjadi Rp 83, MSKY naik 15,07% menjadi Rp 85, dan PTSN menguat 12,90% menjadi Rp 420.
IHSG BEI sepanjang pekan lalu catatkan penurunan sebanyak 1,43%, dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap berikut. Di antaranya saham BBCA melemah 5,6%, BYAN turun 10,51%, BBRI melemah 3,54%, DSSA melemah 6,78%, BBNI turun 4,82%, dan BRMS melemah 5,59%.
Baca Juga
Resmi Jadi Pengendali, Rama Indonesia Ungkap Fokus Pengembangan Dua Putra (DPUM)
Tekanan IHSG dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 3,14%, consumerprimer 3,17%, property 2,62%, keuangan 1,54%, infrastruktur 1,33%, dan consumer primer 1,32%. Adapun sektor saham dengan kenaikan pekan ini adalah industry, kesehatan, material dasar, dan transportasi.
Investor asing juga mencatatkan penjualan (net sell) saham mencapai Rp 3,36 triliun sepanjang pekan ini, berbanding terbalik dengan pekan sebelumnya dengan torehan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Net sell terbanyak disumbangkan saham BBCA mencapai Rp 1,48 triliun, VICI senilai Rp 1,24 triliun melalui pasar negosiasi, TPIA mencapai Rp 356,30 miliar, CPIN senilai Rp 355,82 miliar, dan ISAT sebanyak Rp 293,61 miliar.
