IHSG Akhir Pekan Ditutup Melemah 0,73%, Sebaliknya Saham PTSN, SAPX, dan MITI Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (11/9/2026), ditutup melemah 47,96 poin (0,73%) menjadi 6.541. Rentang pergerakan 6.462-6.589 dengan nilai transaksi Rp 13,49 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah saham big cap, sepert BYAN, BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN. Penurunan juga melanda saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI.
Baca Juga
Raih Rating BBB- dari S&P Global Ratings, Inalum Perkuat Hilirisasi Aluminium Nasional
Tekanan indeks juga dipicu kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 1,22%, material dsar 0,70%, industry 0,20%, consumer primer 1,19%, consumer non primer 1,25%, keuangan 0,11%, property 0,66%, infrastruktur 1,20%, transportasi 1,13%, dan teknologi 0,66%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sekotr kesehatan 3,91%.
Meski IHSG anjlok, sejumlah saham berikut masih bertahan perkasa, seperti PTSN menguat 24,83% menjadi Rp 372, SAPX menguat 24,38% menjadi Rp 505, MITI naik 24,35% menjadi Rp 286, SRAJ menguat 20% menjadi Rp 15.600, dan MBTO naik 19,15% menjadi Rp 168.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 1,33% ke level 6.589,34 tertekan sentimen global, khususnya memanasnya konflik AS-Iran yang kembali mendorong harga minyak hingga ke atas US$100 per barel. Tekanan juga datang dari yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,84%, juga menjadi tekanan bagi aset berisiko dan emerging market seperti Indonesia.
Baca Juga
30 Gebrakan Prabowo yang Ubah Lanskap Kehidupan Kelas Menengah
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
