IHSG Sesi I Jatuh 1,49%, Seluruh Sektor Saham Anjlok Lebih dari 1%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (11/9/2026), ditutup anjlok parah 98,43 poin (1,49%) menjadi 6.490. Rentang pergerakan 6.462-6.589 dengan nilai transaksi Rp 7,96 triliun.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah saham big cap, sepert BYAN, BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN. Penurunan juga melanda saham big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Tekanan juga datang dari pelemahan saham BUMI, MDKA, ADRO, dan AADI.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Pertimbangkan Delisting Saham Anak Usaha Enseval (EPMT)
Pelemahan indeks juga dipicu kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 1,68%, material dsar 1,62%, industry 1,18%, consumer primer 1,88%, consumer non primer 1,23%, keuangan 1,37%, kesehatan 1,18%, property 1,01%, infrastruktur 1,77%, transportasi 2,12%, dan teknologi 0,65%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham berikut masih bertahan perkasa, seperti SAPX menguat 24,38% menjadi Rp 505, MGNA naik 21,32% menjadi Rp 165, MITI naik 20% menjadi Rp 276, SHID menguat 17,42% menjadi Rp 910, dan PTSN menguat 14,09% menjadi Rp 340.
Baca Juga
ICP Agustus Naik ke US$ 89,43 per Barel Imbas Kenaikan Harga Minyak Global
Kemarin, IHSG ditutup anjlok 1,33% ke level 6.589,34 tertekan sentimen global, khususnya memanasnya konflik AS-Iran yang kembali mendorong harga minyak hingga ke atas US$100 per barel. Tekanan juga datang dari yield US Treasury 10 tahun mencapai 4,84%, juga menjadi tekanan bagi aset berisiko dan emerging market seperti Indonesia.
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Meski IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
