IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 1,81%, Seluruh Sektor Saham Berguguran
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (13/3/2026), ditutup terjun sebanyak 133,18 poin (1,81%) menjadi 7.228. Rentang pergerakan 7.188-7.362 dengan nilai transaksi turun drastis menjadi Rp 6,26 triliun.
Penurunan tersebut sejalan dengan kejatuhan mayorit pasar saham Asia. Adapun sektor saham penekan indeks datang dari saham sektor indutri turun 2,98%, sektor material dasar turun 2,57%, sektor konsumer primer melemah 2,79%, sektor infrastruktur melemah 2,75%, dan sektor transportasi anjlok lebih dari 3%.
Baca Juga
Tekanan parah indeks juga datang dari pelemayan mayoritas saham big cap, seperti AMMN, MORA, MLPT, DSSA, BYAN, PGUN, FILM, BREN, ICBP, hingga INCO.
Meski IHSG terjerembab dalam, saham berikut masih catatkan lompatan harga, yaitu ROCK naik 24,86% menjadi Rp 2.260, DUTI naik 23,27% menjadi Rp 4.820, ASPR anik 19,86% menjadi Rp 169, SKBM naik 19,85% menjadi Rp 815, dan HERO menguat 13,27% menjadi Rp 444.
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 27,28 poin (0,37%) menjadi 7.362,12 dengan investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 1 triliun. Net buy terbanyak disumbangkan saham ADRO Rp 209,73 miliar, AADI senilai Rp 196,34 miliar, dan BMRI mencapai Rp 184,83 miliar.
Baca Juga
Pelemahan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas sektor saham, seperti sektor material dasar, konsumer primer, sektor property, sektor infrastruktur, sektor industry, dan sektor industry.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut masih berhasil catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham KUAS naik 29,89% menjadi Rp 113, ALKA menguat 24,57% menjadi Rp 1.090, CSMI naik 20% menjadi Rp 96, KINO menguat 17,06% menjadi Rp 1.235, dan KSIX naik 16,23% menjadi Rp 358.

