IHSG Ditutup Anjlok 1,33%, Seluruh Sektor Saham Dipimpin Energi Jatuh
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/9/2026), ditutup anjlok sebanyak 88,86 poin (1,33%) menjadi 6.589,34. Rentang pergerakan 6.585-6.712 dengan nilai transaksi Rp 18,51 triliun.
Kejatuhan tersebut sejalan dengan penurunan mayoritas pasar saham global bersamaan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Pelemahan indeks juga dipengaruhi kejatuhan saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BYAN, TAPG, AMMN, hingga BCDK.
Baca Juga
Laba Melesat 313%, Vale (INCO) Pertimbangkan Dividen Interim?
Penurunan tajam IHSG juga dipicu atas pelemahan seluruh sektor saham, seperti sektor energi melemah 2,06%, sektor infrastruktur 1,31%, material dasar 1,19%, industry 1,19%, property 1,08%, kesehatan 1,22%, consumer non primer 1%, keuangan 0,89%, consumer primer 0,74%, dan transportasi 1,80%.
Walaupun IHSG jatuh, sejumlah saham justru catatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu GSMF naik 34,78% menjadi Rp 124, MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, JECC naik 25% menjadi Rp 825, dan SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406. Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, yaitu KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85 dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
Baca Juga
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 8,24 poin (0,12%) menjadi 6.678,20 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 438,87 miliar. Meski net sell melanda, net buy saham justru melanda saham ANTM senilai Rp 373,93 miliar, BBRI mencapai Rp 164,52 miliar, dan AADI mencapai Rp 149,40 miliar.
Penurunan IHSG kemarin dipengaruhi kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer turun 1,23%, sektor kesehatan turun 1,33%, keuangan 0,57%, property 0,85%, teknologi 0,96%, dan consumer non primer 0,39%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,95%, energi 0,76%, material dasar 0,85%, infrastruktur 0,42%, dan transportasi 2,41%.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat sepanjang hari ini, yaitu DPUM menguat 34,62% menjadi Rp 140, SAPX naik 24,43% menjadi Rp 326, ESTI naik 22,84% menjadi Rp 199, KOKA naik 20,22% menjadi Rp 214, dan MSJA menguat 17,74% menjadi Rp 730.
