IHSG Sesi I Turun Tipis 0,14%, Meski Mayoritas Sektor Saham Menguat
JAKARTA, investortrust.id –Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/9/2026), ditutup berbalik melemah tipis 9,68 poin (0,14%) menjadi 6.668. Rentang pergerakan 6.655-6.712 dengan nilai transaksi Rp 9,61 triliun.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti consumer non primer 0,28%, kesehatan 0,48%, keuangan 0,36%, dan transportasi 0,56%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,77%, energi 0,62%, material dasar 0,28%, consumer primer 0,67%, infrastruktur 0,34%, property 0,14%, dan teknologi 0,22%.
Baca Juga
Cetak Laba Kuartalan Terkuat Sejak 2024, Saham Jasa Marga (JSMR) Makin Kintong
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut torehkan lompatan harga, seperti MGNA naik 34,65% menjadi Rp 136, GSMF menguat 30,43% menjadi Rp 120, KPIG naik 28,79% menjadi Rp 85, JECC naik 25% menjadi Rp 825, SAPX naik 24,54% menjadi Rp 406, dan MSKY menguat 24,24% menjadi Rp 82.
Kemarin, IHSG ditutup turun sebanyak 8,24 poin (0,12%) menjadi 6.678,20 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 438,87 miliar. Meski net sell melanda, net buy saham justru melanda saham ANTM senilai Rp 373,93 miliar, BBRI mencapai Rp 164,52 miliar, dan AADI mencapai Rp 149,40 miliar.
Baca Juga
Anindya Bakrie Harap Regenerasi Akuatik Akhiri Paceklik di Asian Games 2026
Penurunan IHSG kemarin dipengaruhi kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor consumer primer turun 1,23%, sektor kesehatan turun 1,33%, keuangan 0,57%, property 0,85%, teknologi 0,96%, dan consumer non primer 0,39%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor industry 0,95%, energi 0,76%, material dasar 0,85%, infrastruktur 0,42%, dan transportasi 2,41%.
Adapun saham dengan kenaikan harga paling pesat sepanjang hari ini, yaitu DPUM menguat 34,62% menjadi Rp 140, SAPX naik 24,43% menjadi Rp 326, ESTI naik 22,84% menjadi Rp 199, KOKA naik 20,22% menjadi Rp 214, dan MSJA menguat 17,74% menjadi Rp 730.
