Sarana Menara (TOWR) Pacu Pertumbuhan Jaringan Menara dan Fiber Optik Lewat Ekspansi Ini
JAKARTA, investortrust.id – Emiten menara telekomunikasi Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), membidik peluang pertumbuhan bisnis baru dari pengembangan Fixed Wireless Access (FWA). Langkah ini dinilai bakal mengerek kebutuhan infrastruktur telekomunikasi, khususnya menara dan jaringan fiber optik di Indonesia.
Direktur TOWR Indra Gunawan menjelaskan bahwa regulasi pemerintah terkait FWA mewajibkan penggunaan fiber optik sebagai backbone transmisi. Hal ini menjadi keunggulan kompetitif bagi perseroan yang sudah memiliki portofolio kuat di kedua lini tersebut.
Baca Juga
Saham Sarana Menara (TOWR) Melonjak 7,46% Usai Anak Usaha Grup Djarum Ini Kuasai 10,86% BTEL
“Fixed Wireless Access yang diberikan pemerintah, baik kepada Surge maupun operator lain, mengharuskan untuk menggunakan fiber optik sebagai backbone-nya, sebagai transmisinya. Menjadi kelebihan kita juga karena kita memiliki tower dan memiliki fiber,” ujar Indra dalam konferensi pers Public Expose Live 2026 secara virtual, Selasa (8/9/2026).
Indra menambahkan, ekspansi FWA diharapkan mampu untuk memperluas penetrasi internet nasional sekaligus mendorong kinerja industri. Selain FWA, TOWR mencermati potensi pemanfaatan spektrum baru oleh operator telekomunikasi yang diyakini akan menambah permintaan menara dan kabel optik.
“Semoga mereka bisa melakukan penetrasi yang positif sehingga memberikan benefit kepada TOWR maupun masyarakat. Kita melihat masih banyak room to growth dalam industri ini,” lanjutnya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Rebound 0,84% Terdorong Kenaikan hampir Seluruh Sektor Saham
Hingga kini, TOWR mengoperasikan infrastruktur telekomunikasi berskala besar di berbagai wilayah Indonesia. Perseroan menguasai sebanyak 36.892 unit menara dengan 61.038 tenant (tenancy ratio 1,65 kali). Jaringan fiber optic sepanjang 182.559 kilometer. Layanan konektivitas & rumah atau Fiber-to-the-Home mencapai 1,86 juta homepass, serta 28.153 aktivasi solusi konektivitas. Adapun infrastruktur pendukung lainnya Fiber-to-the-Tower, VSAT, dan kabel bawah laut.
Hingga semester I-2026, TOWR mencatatkan endapatan Operasional Konsolidasi Rp7,2 triliun (naik 12,7% year-on-year / YoY). EBITDA senilai Rp5,58 triliun (tumbuh 4,8% YoY), dan laba bersih menguat menjadi Rp 1,86 triliun
