Didukung Bisnis Non-Menara, Saham Sarana Menara (TOWR) Direkomendasikan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), meskipun kinerja keuangan melambat pada kuartal III-2025 dengan EBITDA turun 4% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 2,7 triliun, meski masih naik 2% secara kuartalan (qoq).
Penurunan tersebut dipicu penyusutan margin EBITDA menjadi 82,2% dari 85,4% pada periode yang sama tahun sebelumnya didorong tingginya kontribusi pendapatan non-menara yang mencapai Rp 1,2 triliun atau tumbuh 8% yoy.
Sebaliknya, pendapatan menara turun 4% yoy menjadi Rp 2,1 triliun. Namun secara kuartalan, perbaikan terlihat berkat kenaikan pendapatan non-menara yang menguat 10% qoq. Secara kumulatif, EBITDA 9M25 tercatat sebesar Rp 8 triliun atau tumbuh 1% yoy, masing-masing memenuhi 72% dan 73% dari estimasi FY25 internal dan konsensus.
Baca Juga
TOWR Gelar Rights Issue Rp 5,49 Triliun, Danai Protelindo Bayar Utang Jumbo
Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo mengatakan, TOWR menambah portofolio menara menjadi 36.049 unit pada kuartal III-2025, bertambah 678 unit yoy dan 224 unit dari kuartal ke kuartal. Sementara itu, jumlah tenant meningkat moderat menjadi 58.213 tenant, bertambah 48 yoy dan 55 qoq.
Laju ekspansi menara yang lebih cepat dibanding pertumbuhan tenant membuat rasio tenancy turun ke 1,61x dari 1,64x pada 3Q24 dan 1,62x pada 2Q25. Aktivitas penambahan tenant yang terbatas serta minimnya penyesuaian harga pada 2024 membuat pendapatan menara per tenant per bulan stagnan di Rp 12,1 juta atau turun 4% yoy dan flat secara qoq.
Sucor Sekuritas menyebutkan bahwa penurunan tingakt suku bunga dari 5,5% menjadi 4,75% akan menjadi sentimen positif terhadap TOWR. Di antaranya, biaya utang rata-rata menurun menjadi 5,8% pada 3Q25, lebih rendah dibanding 6,2% pada 2Q25 dan 6,3% pada 3Q24.
Sucor Sekuritas memperkirakan pertumbuhan kuat kinerja keuangan TOWR periode 2025–2026, terutama dari pendapatan non-menara. EBITDA diperkirakan mencapai Rp 11,1 triliun pada 2025 (+4% yoy) dan Rp 11,6 triliun pada 2026 (+5% yoy).
Baca Juga
Begitu juga dengan pendapatan non-menara diprediksi naik signifikan menjadi Rp 4,9 triliun pada 2025 (+15% yoy) dan Rp 5,4 triliun pada 2026 (+11% yoy). Di sisi lain, pendapatan menara diperkirakan tetap stabil pada Rp 8,4 triliun (-1% yoy) dan Rp 8,6 triliun (+1,5% yoy). Kontribusi bisnis non-menara yang lebih besar membuat margin EBITDA diproyeksikan turun tipis menjadi 83,6% pada 2025 dan 83,3% pada 2026.
Dengan sejumlah faktor tersebut, Sucor Sekuritas memepertahankan rekomendasi beli saham TOWR dengan target harga Rp 920 per saham. Target harga tersebut mencerminkan valuasi 2026 pada PE sebanyak 12,9 kali dan EV/EBITDA sebanyak 12,9 kali.
Saham TOWR menjadi top pick di sektor menara telekomunikasi, ditopang pertumbuhan kuat bisnis non-menara yang diperkirakan mencatat CAGR 7% dan berkontribusi hingga 48% terhadap total pendapatan dalam sepuluh tahun ke depan.

