Target Saham Sarana Menara (TOWR) Direvisi Naik, Analis Ini Ungkap Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id – Target harga saham PT Sarana Menara Nusanatara Tbk (TOWR) direvisi naik, seiring dengan pesatnya pertumbuhan kontribusi pendapatan dari bisnis di luar menara telekomunikasi. Katalis lainnya datang dari tren pemangkasan suku bunga.
Hal ini mendorong analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis untuk merevisi naik target kinerja keuangan dan saham TOWR. Proyeksi pendapatan perseroan sebelum akuisisi IBST tahun ini direvisi naik dari semula Rp 12,27 triliun menjadi Rp 12,45 triliun, namun proyeksi laba bersih diturunkan tipis dari Rp 3,40 triliun menjadi Rp 3,23 triliun.
Baca Juga
Sekuritas Ini Ungkap Potensi Cuan Saham Sarana Menara (TOWR) 75%, Begini Pertimbangannya
Begitu juga dengan proyeksi pendapatan perseroan tahun 2025 direvisi naik dari semula Rp 12,85 triliun menjadi Rp 13,06 triliun. Sedangkan proyeksi laba bersih dipangkas turun dari semula Rp 3,45 triliun menjadi Rp 3,38 triliun.
Estimasi Kinerja Keuangan TOWR
“Dengan rencana penerbitan saham bari senilai Rp 4,5 triliun, perseroan menyimpan peluang untuk Kembali merealisasikan akuisisi setelah menuntaskan pengambilalihan IBST. Sedangkan dana rights issue untuk memangkas utang diharapkan memberikan keuntungan besar bagi perseroan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, hari ini.
Peluang tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham TOWR dari semula Rp 1.300 menjadi Rp 1.400. Target harga tersebut mengimplikasikan perkiraan EV/EBITDA sekitar 11 kali. Target tersebut juga mengindikasikan sumber pertumbuhan pendapatan pesat dari bisnis fiber perseroan.
Baca Juga
Sarana Menara (TOWR) Cetak Kenaikan Laba Semester I-2024, Nilainya Segini
Pesatnya pertumbuhan segmen bisnis fiber, menurut dia, sudah terlihat dari realisasi kinerja keuangan hingga semester I-2024, Pendapatan dari fiber optic melesat sebayak 9% menjadi Rp 1,05 triliun pada kuartal II-2024 atau naik 35,1% dari periode sama tahun lalu.
Pertumbuhan pesat pendapatan dari bisnis fiber optic mampu untuk menjadi bantalan atas pelemahan pendapatan dari segmen menara telekomunikasi. Pertumbuhan pesat segmen ini juga sejalan dengan Upaya pemerintah untuk meningkatkan konektivitas FTTH/FWA menjadi 100 mbps untuk 10 juta pelanggan rumah tangga di seluruh Nusantara.
Grafik Saham TOWR

