Berpacu di Bisnis Non Tower, Sarana Menara (TOWR) Serap Capex 4,53 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – Emiten menara telekomunikasi milik Grup Djarum, PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) giat melakukan ekspansi pada bisnis non-tower, termasuk akuisisi.
Paling anyar TOWR melalui anak usahanya, PT iForte Solusi Infotek telah mengakuisisi 60% saham PT Varnion Technology Semesta (Varnion). Nama terakhir merupakan perusahaan berbasis teknologi dengan spesialisasi dalam penyediaan solusi internet, integrasi sistem, dan layanan outsourcing IT.
Terkait eskpansi masif di bisnis non-tower, TOWR mengalokasikan dana belanja modal (capital expenditure/capex) Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun tahun ini. Hingga September 2023, TOWR telah menggelontorkan capex sebesar Rp 4,53 triliun.
CEO dan Direktur Utama Sarana Menara Nusantara Group, Aming Santoso, mengatakan, dari Rp 4,53 triliun capex, sekitar 60% di antaranya digunakan untuk untuk segmen non-tower termasuk akuisisi.
Baca Juga
Garap Right Issue Rp 3,51% Triliun, Saham Bank Maspion (BMAS) Tembus ARA
‘’Kami juga mengeksekusi ekspansi kami ke segmen connectivity yang melayani klien-klien enterprise. Kami mengharapkan dapat meningkatkan asset utilisation dari jaringan-jaringan FTTT (Fiber To The Tower) dan FTTH (Fobet To The Home) yang sudah kami miliki,’’ papar Aming dalam keterangan resmi yang dikutip, Jumat (3/11/2023).
Aming menjelaskan, TOWR telah telah berubah sejak 2012, melalui iForte yangn diakuisisi pada tahun 2015, TOWR Group tidak lagi murni sebagai penyedia penyewaan menara.
‘’Selama periode 2016-2023, pertumbuhan revenue dari segmen tower tumbuh rata-rata 8% per tahun dan pertumbuhan non-tower mencapai rata-rata 53% dengan kontribusi terbesar datang dari bisnis FTTT. Saat ini kami telah mengakumulasi lebih dari 196.000 kilometer fiber optic yang menghasilkan revenue untuk bisnis FTTT dan bisnis broadband,’ imbuhnya.
Baca Juga
Sementara untuk bisnis penyewaan menara, Aming menyebut akan melanjutkan usaha dengan memberikan kontribusi positif, menyiapkan dan mengeksekusi dengan baik dan berpikir bahwa industri telekomunikasi Indonesia telah mengarah ke yang lebih baik sesudah beberapa peserta industri menjalani beberapa kali konsolidasi.
Terkait kinerja, per kuartal III-2023, TOWR tercatat membukukan revenue Rp 8,72 triliun, Rp 7,42 triliun EBITDA dan laba bersih Rp 2,47 trillion.
Revenue dan EBITDA untuk periode ini tercatat naik masing-masing 7,6% dan 6,5% yoy. Laba bersih untuk 9 bulan menurun 4,3% yoy disebabkan tingkat suku bunga yang lebih tinggi di tahun 2023 dibandingkan tahun 2022.

