IHSG Sesi I Ditutup Turun 0,12% Terseret Saham Sektor Keuangan hingga Material Dasar
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (7/9/2026), ditutup turun tipis 8,29 poin (0,12%) menjadi 6.628. Rentang pergerakan 6.620-6.667 dengan nilai transaksi Rp 7,84 triliun.
Penurunan indeks dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti material dasar 0,41%, konsumer primer 0,18%, keuangan 0,43%, property 0,54%, dan teknologi 0,46%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor energi 1,61%, industry 0,42%, konsumer non primer 0,25%, kesehatan 1,53%, infrastruktur 0,22%, dan transportasi 0,47%.
Baca Juga
Danantara Diyakini Akan Jadi Lokomotif dan Katalis dalam Demutualisasi BEI
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham catatkan penguatan saham tertinggi, yaitu MEDS naik 34,72% menjadi Rp 97, SOHO naik 24,90% menjadi Rp 1.505, HALO naik 24,64% menjadi Rp 86, SHID naik 22,94% menjadi Rp 670, KAEF naik naik 21,59% menjadi Rp 535, dan ABDA menguat 20,99% menjadi Rp 5.275.
Pekan lalu, IHSG ditutup menguat sebanyak 118,35 poin (1,82%) menjadi 6.36,47 pekan ini dengan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 2,30 triliun. Bahkan, IHSG sempat menyentuh level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir 6.704. Penguatan tersebut sejalan dengan kenaikan mayoritas sektor saham. Data BEI menyebutkan sebanyak 528 saham berhasil torehkan penguatan pekan ini. Sisanya 233 saham ditutup stagnan dan 205 saham mengalami penurunan.
Baca Juga
BEI Kembali Gelar Public Expose Live 2026, 45 Emiten Siap Paparkan Kinerja
Sedangkan saham penyumbang utama kenaikan indeks pekan ini datang dari saham big cap berikut, yaitu saham BBRI naik 6,27%, BBCA menguat 3,47%, BMRI menguat 4%, BUMI naik 10,53%, dan NATO naik 84,67%.
Penguatan indeks pekan ini juga didukung kenaikan mayoritas sektor saham. Tertinggi dicatatkan sektor industry mencapai 6.53%. Lainnya sektor energi naik 4,51%, teknologi sebanyak 4,04%, keuangan 3,23%, transportasi 3,12%, dan konsumer primer 2,24%.
