IHSG Sesi I Ditutup Turun Tipis 3,1 Poin, Tertekan Saham Material Dasar
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (11/3/2026), ditutup turun tipis 3,1 poin (0,04%) menjadi 7.437, meski pembukaan sempat melesat 43,48 poin menjadi 7.484. Rentang pergerakan 7.427-7.527 dengan nilai transaksi Rp 6,90 triliun.
Penuruna dipicu kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor amterial dasar, industry, enrgi, kesehatan. Sebaliknya kenaikan melanda saham teknologi, property, infrastruktur, konsumer non rpimer, dan konsumer primer.
Baca Juga
Harga Emas Antam (ANTM) Menguat ke Rp 3,087 Juta di Tengah Pelemahan Dolar
Di tengah kenaikan tersebut, saham berikut catatkan lompatan harga pesat, saham DEFI naik 28,09% menjadi Rp 114, UANG naik sebanyak 24,93% menjadi Rp 4.310, KRYA melesat 24,14% menjadi Rp 72, ALKA naik 24,11% menjadi Rp 875, GRPH naik 23,08% menjadi Rp 64, dan SEMA naik 23,16% menjadi Rp 117.
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 103,54 poin (1,41%) menjadi 7.440. Sebaliknya investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 2,62 triliun didominasi saham DUTI senilai Rp 559,26 miliar, BBRI senilai Rp 437,49 miliar, dan PTRO mencapai Rp 186,10 miliar.
Baca Juga
Perkuat Teknologi dan Aset, Elnusa (ELSA) Realisasikan 'Capex' Rp 566 Miliar pada 2025
Kenaikan kemarin ditopang penguatan saham sektor material dasar naik 4,42%, sektor industry menguat 2,86%, sektor energi 2,06%, sektor property 2,17%, sektor transportasi 2,20%, sektor konsumer primer 2,58%, infrastruktur 1%, dan keuangan 0,99%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi.
Di tengah kenaikan tersebut, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham INPC naik 32,67% menjadi Rp 199, LRNA naik 25,71% menjadi Rp 220, NETV naik 25% menjadi Rp 85, ALKA menguat 24,78% menjadi Rp 705.

