Laju Saham Jasa Marga (JSMR) masih Kencang, Potensi Cuan Jumbo Berkat Penyesuaian Tarif Tol
JAKARTA, investortrust.id – Rencana penyesuaian seluruh tarif ruas jalan tol milik PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) diproyeksikan terealisasi pada kuartal IV-2026. Penyesuaian ini diharapkan menjadi katalis positif terhadap harga saham operator jalan tol terbesar di Indonesia ini.
Hal ini mendorong Mandiri Sekuritas dalam riset terbarunya mempertahankan rekomendasi beli saham JSMR dengan target harga Rp 5.800. Dengan harga penutupan Rp 2.970, terbuka peluang penguatan harga pesat lebih dari 95%.
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Cetak Kenaikan Laba 8,3% di Semester I-2026, Berikut Penopangnya
Analis Mandiri Sekuritas Farah Rahmi Oktaviani dan Vanessa Taslim mengatakan, manajemen JSMR menyampaikan bahwa seluruh penyesuaian tarif tol yang telah direncanakan diperkirakan dapat diimplementasikan pada kuartal IV-2026. Hal ini terungkap dalam Earnings Call Key Takeaways yang digelar beberapa waktu lalu.
Faktor lainnya adalah potensi ekspansi aset jalan tol. JSMR saat ini tengah melakukan due diligence dan negosiasi untuk potensi akuisisi aset jalan tol yang dimiliki oleh badan usaha milik negara (BUMN) konstruksi. Dengan sejumlah faktor tersebut, saham JSMR layak dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga jumbo Rp 5.800.
Laju saham JSMR juga ditopang peningkatan laba periode berjalan sebesar 8,3% menjadi Rp2,62 triliun pada semester I-2026, dibandingkan Rp2,42 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh penguatan lini bisnis operasional inti, terutama divisi jalan tol.
Baca Juga
Destry: BI Tidak Hanya Menjaga Stabilitas, Tapi Juga Mendorong Pertumbuhan Ekonomi
Pendapatan tol JSMR meningkat dari Rp8,90 triliun pada semester I-2025 menjadi Rp9,50 triliun pada semester I-2026. Pendapatan usaha lainnya juga meningkat dari Rp678,65 miliar menjadi Rp798,23 miliar. Di sisi lain, pendapatan konstruksi mengalami penurunan dari Rp4,36 triliun menjadi Rp2,80 triliun.
Pertumbuhan pendapatan tol turut diikuti dengan peningkatan efisiensi operasional perseroan. Hal tersebut tercermin dari laba bruto yang naik dari Rp5,63 triliun menjadi Rp6,10 triliun. Sejalan dengan itu, laba usaha JSMR meningkat menjadi Rp5,12 triliun dari sebelumnya Rp4,80 triliun.
