Laba Usaha ITSEC Asia (CYBR) Melejit 1.171% Jadi Rp 23 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) mencatat lonjakan laba usaha sebesar 1.171% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 23,01 miliar pada kuartal II 2026. Pendapatan perseroan juga tumbuh 21% menjadi Rp 115,03 miliar.
Berdasarkan perhitungan dari laporan keuangan Januari-Juni 2026, laba sebelum pajak ITSEC Asia mencapai Rp 22,69 miliar. Angka tersebut melonjak 1.407% dibandingkan Rp 1,51 miliar pada Q2 2025.
Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Dannacher mengatakan, kinerja tersebut ditopang pertumbuhan pendapatan dan realisasi sejumlah proyek utama. Perseroan kini fokus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperbaiki margin pelaksanaan proyek.
“Kinerja kuartal kedua mencerminkan pertumbuhan pendapatan yang terus berlanjut serta realisasi sejumlah proyek utama pada periode tersebut. Pendapatan meningkat 21% secara tahunan, sementara kami mencatat peningkatan yang kuat pada laba usaha dan laba sebelum pajak,” ujar Patrick dalam keterangan resmi, Senin (31/8/2026).
Di sisi lain, laba bruto ITSEC Asia pada Q2 2026 tercatat Rp 52,09 miliar, naik 12% dari Rp 46,52 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Margin laba usaha juga meningkat signifikan dari 1,9% menjadi 20%.
Dari sisi neraca, posisi keuangan emiten keamanan siber itu juga ikut menguat. Total aset per 30 Juni 2026 mencapai Rp 485,4 miliar, naik dari Rp 416,5 miliar pada akhir Desember 2025, sedangkan ekuitas meningkat menjadi Rp 312,4 miliar.
Kerja Sama Korporasi, BUMN, dan Pemerintah
ITSEC Asia juga memperkuat pasar korporasi, BUMN, dan pemerintah. Perseroan telah menjalin kerja sama dengan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI dan perusahaan induk DEFEND ID untuk mengembangkan solusi keamanan siber serta kapabilitas Security Operations Center (SOC).
“Kami terus melihat peluang di segmen korporasi, BUMN dan pemerintah. Fokus kami pada semester kedua adalah mengubah peluang tersebut menjadi proyek yang dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan pertumbuhan yang sehat,” kata Patrick.
Sebelumnya ITSEC juga telah meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di Indonesia untuk memperkuat kompetensi talenta di bidang keamanan siber dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Akademi tersebut menghadirkan ratusan modul pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan praktis industri.
ITSEC Academy pun diharapkan menjadi salah satu platform untuk mendorong lahirnya talenta, inovasi, dan ekosistem digital baru di Indonesia. Menurut Patrick, penguatan kompetensi keamanan siber dan AI menjadi penting seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat.
