ITSEC Asia (CYBR) Cetak Laba Rp 65 Miliar, Pendapatan Melonjak 62%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT ITSEC Asia Tbk (CYBR) membukukan pertumbuhan kinerja signifikan sepanjang 2025. Perseroan mencatat pendapatan Rp 577 miliar atau tumbuh 62,1% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY).
Direktur Finance ITSEC Asia, Doni Mora mengatakan, lonjakan pendapatan turut mendorong laba bersih perseroan mencapai Rp 65,4 miliar. Angka tersebut menjadi pencapaian profitabilitas tertinggi sejak perusahaan berdiri.
“Pencapaian ini mencerminkan keberhasilan strategi pertumbuhan, peningkatan kualitas revenue mix, dan terbentuknya operating leverage yang lebih sehat di level grup,” ujar Doni Mora dalam acara Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik Tahunan di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Dalam lima tahun terakhir, emiten keamanan siber itu tumbuh hampir sembilan kali lipat dengan compound annual growth rate (CAGR) mencapai 48,2%. ITSEC menyebut permintaan layanan cyber security, managed security services, hingga audit ISO 27001 terus meningkat seiring percepatan digitalisasi bisnis.
Dari sisi keuntungan, gross profit margin perseroan naik menjadi 54%, sementara operating margin mencapai 17,6%. ITSEC menilai investasi dan ekspansi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir mulai memberikan dampak positif terhadap skala bisnis perusahaan.
Struktur keuangan perseroan juga semakin solid. Debt to Equity Ratio (DER) dilaporkan turun signifikan dari 1,75 kali menjadi 0,63 kali, didukung penguatan ekuitas dan realisasi pelaksanaan warrant sepanjang 2025.
“Dengan gearing ratio yang rendah, perseroan memiliki fleksibilitas keuangan yang lebih baik untuk mendukung ekspansi bisnis di masa depan,” kata Doni.
Baca Juga
ITSEC Asia (CYBR) Luncurkan Solusi Siber Enterprise, Bidik Ekspansi Lebih Agresif 2026
Belum Bagi Dividen Demi Ekspansi Bisnis
Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick, Rudolf Dannacher mengatakan, perseroan belum membagikan dividen meski berhasil mencatat lonjakan laba bersih sepanjang 2025. Perseroan memilih menahan pembagian dividen untuk menjaga momentum ekspansi bisnis keamanan siber dan pengembangan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI).
“Saat kami merasa ini waktu yang tepat, inilah waktunya untuk juga memberi penghargaan kepada pemegang saham jangka panjang kami dan jika perusahaan mengizinkan, kami akan mengadakan RUPSLB untuk mungkin mendeklarasikan dividen luar biasa nanti di tahun ini,” ujar Patrick pada kesempatan yang sama.
Patrick menegaskan kondisi keuangan perusahaan saat ini berada dalam posisi positif. Namun, manajemen menilai momentum pertumbuhan industri keamanan siber dan AI masih perlu dimanfaatkan untuk memperbesar skala bisnis perseroan.
Menurutnya, industri keamanan siber kini berkembang semakin cepat seiring munculnya berbagai regulasi baru terkait perlindungan data, AI, dan ketahanan digital nasional.
“Kami harus terus siap untuk kebijakan-kebijakan baru. Jadi memiliki seseorang dengan kekuatan di proses kepatuhan adalah perpanjangan yang tepat untuk direksi kami,” ujar Patrick.
ITSEC Asia saat ini juga memperluas layanan AI Ops dan Cyber & AI Academy sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan menilai kebutuhan implementasi AI yang aman akan terus meningkat di berbagai sektor industri.

