IHSG Sesi I Ditutup Menguat 0,42%, Saham DSSA hingga BBCA Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (28/8/2026), ditutup menguat 27,11 poin (0,42%) menjadi 6.548. Rentang pergerakan 6.518-6.566 dengan nilai transaksi Rp 7,31 triliun.
Penguatan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor energi menguat 1%, konsumer primer 0,73%, keuangan 0,66%, properti 0,10%, dan transportasi 0,42%. Sisanya mengalami penurunan.
Baca Juga
BEI Catat 8 Anggota Bursa Belum Uji Coba, Harga Minimum Saham Rp1 Kapan Berlaku?
Kenaikan indeks kali juga ditopang penguatan sejumlah saham big cap, seperti DSSA melesat 10,09%, BBCA naik 1,95%, MORA menguat 9,43%, VKTR naik 6,08%, hingga TPIA menguat 2,56%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu IKPM menguat 32,28% menjadi Rp 250, BIKE naik 24,52% menjadi Rp 965, AMIN menguat 22,50% menjadi Rp 294, BAPA naik 19,86% menjadi Rp 175, dan MPIC menguat 17,48% menjadi Rp 121.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Sukses Raih Penghargaan Investortrust CSR Awards 2026, Ini Kategorinya
Kemarin, IHSG ditutup melambung 116,06 poin (1,81%) ke level 6.521 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 262,11 miliar. Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BBRI senilai Rp 274,41 miliar, GOTO sebanyak Rp 108,44 miliar, dan BBNI mencapai Rp 88,98 miliar.
Lompatan IHSG kemarin didukung penguatan seluruh sektor saham, yaitu saham sektor industri naik 3,95%, konsumer primer 3,79%, kesehatan 3,76%, sektor energi 3,20%, properti 2,86%, infrastruktur 2,83%, transportasi 2,84%, material dasar 2,33%, dan keuangan 0,79%.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat, yaitu KETR menguat 25% menjadi Rp 775, BIKE melesat 24,19 menjadi Rp 770, NICK naik 24,92% menjadi Rp 1.930, CBUT naik 24,68% menjadi Rp 960, LIFE menguat 19,85% menjadi Rp 8.150, dan POLU naik 19,75% menjadi Rp 19.400. Meski tidak ada ARA, saham GRPH, KOTA, KIJA, dan PADA melesat.
