IHSG Ditutup Melesat 2,71%, Saham BBCA hingga DSSA Jadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (10/6/2026), ditutup melesat sebanyak 155,73 poin (2,71%) menjadi 5.902. Rentang pergerakan 5,677-5942 dengan nilai transaksai Rp 28,97 triliun.
Kenaikan tersebut didukung kenaikan mayoritas sektor saham, kenaikan lebih dari 2% melanda saham sektor industry, keuangan, dan infrastruktur. Saham sektor teknologi naik 4,37% dan sektor keuangan menguat 3,39%. Kenaikan juga melanda saham sektor consumer primer, infrastruktur, hingga transportasi.
Baca Juga
BI Rate Naik Jadi 5,50%, Ekonom BTN: Langkah Antisipatif Jaga Stabilitas Rupiah
Kenaikan tersebut juga ditopang lompatan harga sejumlah saham big cap, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI. Kenaikan pesat juga melanda saham DSSA, BRPT, DCII, hingga RAJA. Penguatan juga melanda saham PGUN dan INKP.
Sedangkan saham dengan kenaikan paling pesat hingga auto reject atas (ARA) melanda saham BABY naik 35% menjadi Rp 189, KBLV naik 34,85% menjadi Rp 89, saham FOLK naik 34,59% menjadi Rp 214. Meski tak ARA, saham LCKM menguat 29,79% menjadi Rp 29,79%, RGAS naik 28,04% menjadi Rp 137, dan RAAM naik 26,98% menjadi Rp 240.
ARA juga melanda saham RMKO naik 24,64% menjadi Rp 344, TRIN menguat 24,42% menjadi Rp 535, FORU sebanyk 24,80% menjadi Rp 3.070, ROCK naik 24,70% menjadi Rp 1.565, RISE naik 24,55% menjadi Rp 1.040, dan MLPT naik 20% menjadi Rp 18.000.
Baca Juga
Menperin Targetkan PDB Industri Tumbuh 7,75% pada 2027, Investasi Tembus Rp 930,6 Triliun
Kemarin, IHSG ditutup melambung sebanyak 404 poin (7,57%) ke 5.722 disertai dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 2,44 triliun. Net sell terbanyak melanda saham BBCA senilai Rp 490,46 miliar, BBRI sebanyak Rp 476,87 miliar, dan BMRI senilai Rp 267,76 miliar.
Kenaikan ini dipicu lompatan seluruh sektor saham, seperti sektor energi dan material dasar menguat lebih dari 9%. Sektor industry menguat 8,55%, sektor keuangan naik 7,13%, sektor infrastruktur naik 7,37%, dan kenaikan terendah dicatatkan sektor property 2,36%.
Beberapa saham cetak kenaikan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham FOLK naik 34,59% menjadi Rp 214, CTTH naik 34,38% menjadi Rp 129, RMKO naik 24,64% menjadi Rp 344, SGRO naik 25% menjadi Rp 2.800, dan TRIN naik 25% menjadi Rp 430.

