Mitsui Cabut, Autopedia (ASLC) Kini Pengendali Tunggal JBA Indonesia
JAKARTA, investortrust.id – PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) menambah kepemilikan saham di anak usahanya PT JBA Indonesia. Aksi tersebut dilakukan dengan membeli saham milik Mitsui & Co sebanyak 7,8% di JBA Indonesia.
Autopedia merupakan perusahaan perdagangan mobil bekas yang dijalankan melalui sejumlah anak usahanya, yaitu caroline.id, balai lelang otomotif PT JBA Indonesia, dan market place perdagangan mobil bekas melalui Bursa Mobil Autopedia (BMA).
“Sebelum transaksi ini, perseroan dan Mitsui merupakan pemegang saham JBA. JBA sendiri bergerak di bidang jasa balai lelang khususnya kendaraan roda empat dan roda dua,” terangnya.
Baca Juga
Laba Lampaui Estimasi, Saham Autopedia (ASLC) Ditargetkan ke Level Ini
Transaksi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah persentase saham perseroan di JBA secara langsung dan tidak langsung. Lewat aksi beli ini, total kepemilikan saham JBA yang digenggam ASLC meningkat dari semula 84,4% menjadi 92,2%.
Perseroan sebelumnya berhasil mengerek kenaikan laba bersih hampir dua kali lipat menjadi Rp 6,8 miliar pada kuartal III-2023. Sedangkan pendapatan bertumbuh menjadi Rp 164,5 miliar sampai kuartal III-2023. Perseroan juga menunjukkan perbaikan margin keuntungan.
“Dengan pendapatan senilai Rp 453,5 miliar hingga September 2023 sudah sesuai ekspektasi atau setara dengan 80% dari target tahun ini. Perseroan juga berhasil membalikkan rugi usaha menjadi laba usaha senilai Rp 8,6 miliar atau telah melampaui estimasi kami,” tulis analis Ciptadana Sekuritas Arief Budiman dalam riset beberapa waktu lalu.
Baca Juga
Koreksi Dalam Saham BRPT dan BREN, Nilai Kekayaan Prajogo Pangestu Terpangkas
Autopedia (ASLC) membukukan laba bersih senilai Rp 10,8 miliar hingga September 2023, dibandingkan dengan rugi bersih peridoe sama tahun lalu senilai Rp 7,3 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan dari Rp 308,2 miliar menjadi Rp 453,5 miliar.
Penguatan segmen bisnis perseroan mendorong Ciptadana Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ini dengan target harga direvisi naik dari Rp 149 menjadi Rp 150 per saham. Revisi naik tersebut juga mempertimbangkan dinaikkannya target laba operasional perseroan menjadi Rp 12,3-17,5 miliar untuk tahun 2023-2024.

