IHSG Berpeluang Lanjutkan Rebound, Tiga Saham Dipimpin BUMI Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/8/2026), diproyeksikan lanjutkan penguatan dengan rentang pergerakan support 6.440 dan resistance 6.515–6.550. Tiga saham INET, BUMI, dan SSIA direkomendasikan beli.
BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa IHSG berpeluang menguat dengan support 6.440 dan resistance 6.515–6.550. Breakout 6.440 menjaga struktur bullish, meski profit taking tetap perlu diwaspadai setelah kenaikan signifikan.
Baca Juga
BTN (BBTN) Bidik Transaksi Harian Lewat Ekosistem Kopi, Target Rp4 Miliar di ICX 2026
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi factor global, yield US Treasury 10Y turun 7 bps ke 4,64% dan DXY melemah 0,9% ke 98,8 setelah treasury meningkatkan buyback obligasi tenor panjang menjadi minimal US$ 4 miliar per operasi, sehingga membuka ruang bagi aset berisiko dan emerging markets. Di sisi lain, rupiah yang menguat 2,4% dari level terlemah Rp18.190/US$ menjadi katalis positif bagi IHSG.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham INET dengan target harga Rp 318-332, BUMI dengan target harga Rp 196-204, dan SSIA dengan target harga Rp 1.780-1.870.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 107 poin (1,68%) ke level tertinggi baru dalam tiga bulan terakhir ke 6.501. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 680,46 miliar terbanyak saham AMMN senilai Rp 408,08 miliar.
Baca Juga
Pasar Obligasi AS Kembali Bergejolak, Intervensi Bessent Mulai Dipertanyakan
Kenaikan ini terdorong lompatan seluruh sektor saham, khususnya sektor material dasar 3,46%, industry naik 2,15%, consumer primer naik 2,16%, consumer non primer 1,98%, keuangan 1,49%, teknologi 1,44%, sektor energi 1,26%, kesehatan 0,98%, transportasi 0,64%, dan infrastruktur 0,17%.
Lompatan harga tersebut juga disumbangkan penguatan pesat saham big cap, seperti AMMN, MLPT, HRTA, INDY, BRMS, ARCI. Kenaikan pesat juga melanda saham MORA, CIBDK, ANTM hingga BYAN.
Sedangkan saham dengan kenaikan harga paling pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham TRUK menguat 25% menjadi Rp 775, ALKA naik 24,84% menjadi Rp 4.020, JARR menguat 24,79% menjadi Rp 2.970, COIN naik 24,82% menjadi Rp 880, dan FUJI menguat 24,62% menjadi Rp 324. Lompatan juga melanda saham BRRC sebanyak 31,25% menjadi Rp 84 dan KIJA naik 24,85% menjadi Rp 206.
