IHSG Dibuka Anjlok 0,65% Dipicu Kejatuhan Saham BYAN
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (19/8/2026), dibuka anjlok sebanyak 41,65 poin (0,65%) menjadi 6.408. Penurunan sejalan dengan kejatuhan pasar saham Asia.
Penurunan juga dipicu atas penurunan mayoritas sektor saham, seperti energi, material dasar, teknologi, infrastruktur, dan kesehatan. Sisanya mencatatkan penguatan.
Baca Juga
Diversifikasi Bisnis Mulai Berbuah, Target Harga Saham Erajaya (ERAA) Direvisi Naik
Penurunan juga dipicu atas kejatuhan saham BYAN hingga auto reject bawah (ARB) ke Rp 14.700 setelah membantah bakal diakuisisi Haji Isam. Begitu juga dengan saham Haji Isam, PGUN, JARR, TEBE, dan FAST turun dalam pagi ini.
Sebaliknya saham dengan kenaikan harga pesat pagi ini dicatatkan saham APLI naik 18,75% menjadi Rp 310, WEGE naik 10,91% menjadi Rp 61, dan TNCA naik 9,26% menjadi Rp 178. Saham BSDE juga mendadak melesat 9,84% menjadi Rp 675 pagi ini.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Jagokan 4 Saham Berikut, Ada PANI hingga GIAA
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 47,94 poin (0,75%) menjadi 6.449 disertai dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 355,17 miliar. Terbanyak melanda saham ISAT senilai Rp 191,05 miliar, BBRI mencapai Rp 170 miliar, dan DSSA sebanyak Rp 165,60 miliar.
Lompatan ini didukung penguatan saham emiten Low Tuck Kwong, yaiut BYAN sebanyak 19,97% menjadi Rp 17.275. Lompatan juga melanda saham emiten Haji Isam hingga auto reject atas (ARA), seperti PGUN, JARR, TEBE, FAST, hingga PACK. Kenaikan harga juga ditopang penguatan seluruh sektor saham.
Sedangkan saham dengan penguatan harga tertinggi hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham KIJA naik 34,96% menjadi Rp 166, JARR naik 24,88% menjadi Rp 2.510, INET naik 24,79% menjadi Rp 292, ASLI menguat 24,76% menjadi Rp 262, TEBE naik 24,73% menjadi Rp 1.715, PGUN naik 19,93% menjadi Rp 9.175, dan BYAN naik 19,79% menjadi Rp 17.250.
