Bidik 20% Volume Perdagangan Kripto, Bybit Indonesia Sasar Ritel dan Institusi hingga Pasar Syariah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bybit, exchange kripto terbesar kedua di dunia berdasarkan volume perdagangan dengan lebih dari 85 juta pengguna global akhirnya resmi ekspansi ke Indonesia. Langkah itu menyusul akuisisi mayoritas PT Enkripsi Teknologi Handal (Nobi) pada April 2026 lalu. Namun nilai akuisisi masih dirahasiakan.
"Waktu akuisisi terjadi, itu jadikan majority acquisition dan PT-nya tetap berjalan. Jadi sebenarnya waktu itu pilihannya ada dua, yaitu pertama branding-nya. Apakah mau pakai branding-nya tetap pakai branding Nobi Exchange atau mau berubah jadi Bybit Indonesia. Kemudian keputusannya adalah Bybit Indonesia," ujar Chief Executive Officer Bybit Indonesia Lawrence Samantha dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Dengan demikian maka 100.000 pengguna Nobi saat ini semuanya beralih ke Bybit Indonesia. Soal target dalam setahun pertama, ia berharap terjadi pertumbuhan yang baik di sisi jumlah pengguna dan volume perdagangan, mengingat nama besar Bybit.
"Mungkin bukan dilihat dari jumlah user-nya, tapi yang mungkin lebih akurat adalah volumenya. Kita bisa berapa persen. Saya rasa kalau dalam tahun pertama kita bisa mendapatkan 20% (dari nilai volume perdagangan di Indonesia, red), itu sudah cukup," sebut ia.
Bybit Indonesia ke depannya menargetkan dapat menjadi salah satu pemain utama, bahkan menjadi nomor satu di pasar kripto Indonesia. Namun, target tersebut dinilai membutuhkan waktu mengingat usia operasionalnya di Indonesia baru sekitar satu bulan.
Lawrence mengatakan, fokus awal perseroan adalah membangun kepercayaan masyarakat agar mau mencoba layanan yang ditawarkan. Pasalnya, jumlah konsumen kripto di Indonesia yang mencapai sekitar 22 juta dinilai masih menyisakan ruang pertumbuhan yang besar dibandingkan total populasi Indonesia.
“Short and bold-nya adalah bagaimana kita bisa meyakinkan untuk mencoba, give us a chance,” ujarnya.
Baca Juga
NOBI Ubah Nama Jadi Bybit Indonesia, Gandeng Ronald Yusuf Wijaya untuk Ekspansi Kripto Syariah
Menurut Lawrence, edukasi menjadi salah satu pekerjaan rumah utama industri kripto untuk memperluas pasar. Masih terdapat masyarakat yang belum memahami aset kripto dan cenderung menganggapnya hanya sebatas Bitcoin. Padahal, menurut dia, konsep aset dan investasi perlu dijelaskan secara lebih luas agar masyarakat dapat memahami karakteristik masing-masing instrumen.
Dari sisi segmen pasar, perusahaan tidak hanya membidik investor ritel, tetapi juga institusi serta pasar berbasis syariah. Manajemen menilai setiap segmen tersebut saling berkaitan sehingga strategi pengembangan bisnis perlu dilakukan secara bersamaan.
“Kalau disuruh pilih antara ritel, institusi, atau syariah, coba saja semua. Karena itu tidak bisa dipisahkan,” katanya.
Perusahaan juga membawa pengalaman pengembangan produk berbasis syariah di sejumlah negara, termasuk Uni Emirat Arab (UAE). Pengalaman tersebut akan menjadi salah satu modal untuk mengembangkan layanan di Indonesia, dengan tetap menyesuaikan produk dan operasional terhadap regulasi yang berlaku di dalam negeri.
Strategi Pasar
Sebagai entitas yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan lisensi Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bybit Indonesia menegaskan strateginya dalam memasuki pasar Indonesia. Yaitu dengan menggabungkan pengalaman pada aspek-aspek teknologi, kekuatan likuiditas, dan berbagai best practice global dengan pemahaman terhadap pasar domestik, serta kepatuhan terhadap regulasi.
"Ke depannya, fokus kami adalah memperdalam pengalaman trading di Bybit Indonesia dengan menghadirkan fitur baru secara bertahap, serta memperkuat kemitraan dengan perbankan nasional, komunitas kripto, dan kampus-kampus mitra sebagai bagian dari ekosistem yang kami bangun," sambung Lawrence.
Sepanjang tahun pertamanya, Bybit Indonesia akan berfokus membangun infrastruktur dasarnya seperti setoran dan penarikan rupiah yang terhubung langsung dengan sistem perbankan nasional. Serta menyediakan lebih dari 500 pairs aset kripto, fitur-fitur trading seperti order market dan limit hingga conditional, OCO, trailing stop, DCA, dan spot grid, serta layanan pelanggan berbahasa Indonesia yang beroperasi 24 jam sehari yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI).
Empat program turut menyertai peluncuran platform ini. Yakni Bybit Indonesia Menyapa, Muslim Friendly, VIP, serta rangkaian program-program Community & University yang kini telah menjangkau puluhan perguruan tinggi sebagai mitra resmi.
Sedangkan untuk trader berpengalaman, Bybit Indonesia menyediakan API untuk mengembangkan strategi perdagangan otomatis serta fitur sub akun yang memungkinkan pengguna memisahkan dana sesuai strategi investasi, sehingga pengelolaan risiko menjadi lebih mudah. Seluruh fitur ini dirancang untuk menjangkau seluruh segmen pengguna dari yang baru mengenal aset kripto hingga trader profesional.
Sebagai bentuk komitmen mendukung literasi kripto di Indonesia, Bybit Indonesia menghadirkan Bybit Indonesia Learn, pusat edukasi online dan offline yang berisi artikel dan video seputar aset kripto serta cara penggunaan berbagai fitur di dalam platform.
Lawrence juga menilai perkembangan regulasi menjadi momentum penting bagi pertumbuhan industri kripto di Indonesia. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27 Tahun 2024 sebagaimana diubah dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23 Tahun 2025 yang mengatur perdagangan aset keuangan digital, menurutnya, memberikan kepastian hukum sekaligus membuka ruang inovasi bagi pelaku industri sejalan dengan visi Bybit sebagai New Financial Platform yang terus mengembangkan teknologi.
Baca Juga
Bybit Follows Robinhood Into Indonesia in High-Stakes Push for Emerging-Market Growth
Kondisi Pasar
Lebih lanjut, pasar kripto dinilai masih berada dalam fase siklus penurunan, meski peluang untuk kembali menguat mulai terbuka. Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah faktor makroekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah serta pergerakan dolar AS yang masih fluktuatif.
Lawrence mengatakan, secara siklikal pasar kripto saat ini masih berada di bawah tekanan. Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan peluang investasi dan perdagangan bagi pelaku pasar.
“Kalau bagi investor, bagi trader sebenarnya mau seperti bagaimanapun there's always a chance, selalu ada opportunity,” ujarnya.
Lawrence menambahkan, kondisi pasar yang melemah juga menjadi fase untuk melihat ketahanan investor kripto. Sebagian investor dinilai hanya masuk ketika pasar sedang ramai atau disebut sebagai “turis” kripto, sementara investor yang lebih bertahan tetap melakukan transaksi meski harga mengalami penurunan.
Menurutnya, jika mengacu pada teori siklus empat tahunan, pasar kripto berpeluang memasuki fase rebound pada tahun depan. Pasalnya, tekanan pasar telah mulai terlihat sejak awal tahun sebelumnya.
“Kalau percaya dengan teori cycle empat tahun, seharusnya by next year sudah rebound,” kata Lawrence.

