Lima ETF Emas Kompak Naik, Unit XTRA Melonjak 33% dalam Dua Hari
JAKARTA, investortrust.id – Lima produk exchange traded fund (ETF) emas yang baru dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan harga unit dalam dua hari perdagangan. Pencatatan perdana kelima ETF emas tersebut dimulai pada Senin (10/8/2026).
Kelima produk ETF emas yang telah terdaftar di BEI hingga Selasa (11/8/2026) terdiri atas Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA), Mandiri ETF Emas (XMES), BRI MI Gold ETF Syariah (XDES), Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO), dan Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD). XTRA memiliki harga perdana Rp248 per unit, XMES Rp757 per unit, XDES Rp1.000 per unit, XSGO Rp1.000 per unit, dan XGLD Rp256 per unit.
Baca Juga
ETF Emas Resmi Hadir di BEI, 5 Manajer Investasi Jadi Penerbit
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, Selasa (11/8/2026) hingga pukul 11.00 WIB, penguatan harga unit ETF tersebut berbanding terbalik dengan pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) sebanyak 54 poin menjadi 6.310. Harga unit ETF XTRA menguat 25% menjadi Rp330 dan menyentuh auto rejection atas (ARA). Dengan demikian, harga XTRA telah naik 33% dalam dua hari perdagangan.
Sementara itu, ETF XGLD menguat 24,07% menjadi Rp335, sehingga harga unitnya telah meningkat 30,4% dalam dua hari terakhir. ETF XSGO juga kembali menguat 13,08% menjadi Rp1.210. Dengan demikian, harga unit XSGO telah naik 21% dalam dua hari perdagangan. Adapun ETF XMES menguat 11% menjadi Rp1.000, sehingga kenaikan harga unitnya dalam dua hari mencapai 32%.
Lima ETF Emas Tercatat di BEI
Lima ETF emas yang tercatat di BEI hingga saat ini memiliki harga perdana yang berbeda. Berikut rinciannya:
- Trimegah Syariah ETF Emas (XTRA): Rp248 per unit
- Mandiri ETF Emas (XMES): Rp757 per unit
- BRI MI Gold ETF Syariah (XDES): Rp1.000 per unit
- Syailendra ETF Sharia Gold (XSGO): Rp1.000 per unit
- Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD): Rp256 per unit
Sebelumnya, Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat mengatakan, pengembangan ETF emas tidak semata-mata menghadirkan produk investasi baru. Instrumen tersebut merupakan bagian dari upaya memperdalam pasar keuangan Indonesia agar semakin kompetitif dibandingkan pasar modal di kawasan regional maupun global.
Baca Juga
ETF Emas Diluncurkan, Airlangga Optimistis Indonesia Bisa Salip India
Samsul, yang dipercaya menjadi Ketua Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Pasar Modal Indonesia, menyampaikan hal tersebut dalam rangkaian peringatan HUT Pasar Modal di Main Hall BEI, Jakarta, Senin (10/8/2026). Menurut Samsul, perkembangan investasi emas di pasar global menunjukkan besarnya potensi instrumen tersebut. Pada 2025, aset kelolaan produk investasi emas secara global disebut telah mencapai sekitar US$559 miliar.
Besarnya nilai tersebut memperlihatkan semakin pentingnya emas dalam ekosistem investasi dunia. “Yang kita lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk. Kita sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kita agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” ujar Samsul.
Menurut dia, pengembangan ETF emas juga harus dilihat sebagai bagian dari pembangunan ekosistem bullion nasional. Indonesia telah memulai pengembangan kegiatan usaha bullion dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran ETF emas selanjutnya menjadi tonggak baru karena membuka jalan untuk menghubungkan ekosistem bullion dengan ekosistem pasar modal.

