Reliance Sekuritas Jagokan Saham BRMS hingga BRPT Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indek harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/8/2026), diprediksi menguat dengan rentang pergerakan 6.344-6.472. Adapun saham pilihan hari ini adalah BRMS, BUMI, AALI, dan BRPT.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle terakhir IHSG berbentuk bullish, masih di atas MA5 dan MA20, indikator MACD golden cross. “Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG cenderung menguat dengan saham pilihan BRMS, BUMI, AALI, dan BRPT,” tulisnya.
Baca Juga
Astra (ASII) Diproyeksi Pulih, Intip Rekomendasi dan Target Harga Ini
Laju IHSG juga akan dipengaruhi indeks utama bursa Wall Street yang ditutup mayoritas menguat. Sentimen positif datang dari penurunan laporan penurunan jumlah lapangan kerja bulanan di AS sejak Februari, sehingga membuat para pedagang mengurangi spekulasi mengenai kenaikan suku bunga Federal Reserve. Pada pagi ini, mayoritas pasar saham Asia dibuka menguat, seperti indeks Nikkei 225 menguat +1.61% dan indeks Kospi menguat +1.29%.
Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham BRMS dengan target harga Rp 710, BUMI dengan target harga Rp 216, AALI dengan target harga Rp 8.250, dan BRPT dengan target harga Rp 2.210.
Baca Juga
Kinerja Keuangan Vale (INCO) Diprediksi Melesat, Bagaimana dengan Sahamnya?
Pekan lalu, IHSG ditutup naik sebanyak 173,52 poin (2,78%) menjadi 6.409. Bahkan, kenaikan IHSG BEI tertinggi diantara pasar saham Asean. Penopang utama penguatan tersebut berasal dari kenaikan saham DCII sebanyak 7,42%, kenaikan BBRI 2,96%, dan AMMN sebanyak 7,32%.
Kenaikan juga didukung penguatan seluruh sektor saham, tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar dengan penguatan 6,43%, sektor energi naik 4,60%, sektor property naik 4,02%, sektor konsumer non primer 3,32%, dan sektor kesehatan menguat 4,19%.
Sejalan dengan penguatan tersebut, pemodal asing terpantau merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 695,17 miliar sepanjang pekan ini atau pekan pertama Agustus 2026. Dominasi net buy terjadi di pasar regular, bandingkan dengan pekan sebelumnya dengan net buy sebanyak Rp 7,10 triliun yang didominasi pasar negosiasi.

