Market Cap BREN dan BBRI Kembali Salip-salipan, Siapa Yang Unggul?
JAKARTA, investortrust.id – PT Barito Renewable Energy Tbk (BREN) kejar-kejaran nilai kapitalisasi pasar (market cap) dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BEI) untuk ketiga kalinya pada perdagangan intraday, Jumat (17/11/2023). Hal ini didukung penguatan kembali saham perusahaan Prajogo Pangestu ini.
Bedasarkan data perdagangan saham intraday sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BREN bergerak melesat Rp 200 (3,51%) menjadi Rp 5.900 hingga pukul 09.50 WIB. Hal ini menjadikan market cap perseroan mencapai Rp 782,33 triliun. Namun saat harga mecapai Rp 5.925, kapitalisasi pasar BREN mengalahkan BBRI.
Baca Juga
Sempat Disalip BREN, BRI (BBRI) Kembali Tempati Market Cap Terbesar Kedua
Sedangkan saham BBRI terpantau turun Rp 25 (0,48%) menjadi Rp 5.225 untuk waktu yang sama yang berimbas terhadap penurunan market cap perusahaan bank BUMN terbesar tersebut menjadi Rp 792,10 triliun.
Berdasarkan data BEI, aksi salip-salipan market cap kedua perusahaan tersebut sudah terjadi dalam tiga hari transaksi saham berturut-turut, Namun jelang penutupan market cap BBRI tetap unggul dan belum dapat tergusur dari posisinya peringkat dua setelah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Sebelumnya, Barito Renewable (BREN) akan membagikan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 523,41 miliar. Padahal, perseroan baru melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) terhitung sejak 10 Oktober 2023.
Baca Juga
Top! Kekayaan Prajogo Lagi-lagi Melesat Jadi US$ 40,2 Miliar
Coporate Secretary BREN Merly mengatakan, dewan direksi dan komisaris menyetujui dividen interim senilai Rp 523,41 miliar atau setara dengan Rp 3,91 per saham. Dividen tersebut rencanaya dibagikan pada 8 Desember 2023.
“Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada 10 November, perseroan menetapkan dividen interim tahun buku 2023 senilai Rp 523,41 miliar,” terangnya.
Baca Juga
IHSG Akhir 2023 Diprediksi Tembus 7.100, Empat Sektor Ini Jadi Andalan
Pembagian dividen tersebut juga didasarkan laba bersih yang dapat ditaribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai US$ 84,47 juta hingga September 2023. Perseroan juga mencatatkan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunannya senilai US$ 491,83 juta dan total ekuitas mencapai US$ 460,28 juta.
Sedangkan pemegang saham yang paling cuan dari pembagian dividen ini adalh PT Barito Pacific Tbk (BRPT) selaku pengendali BREN. Perseroan sebelumnya mengumumkan kenaikan laba bersih menjadi US$ 82,60 juta hingga September 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 75,74 juta.

