Net Sell Berlanjut Rp 273,47 Miliar, Pemodal Asing Obral Saham Bank Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 273,47 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (6/8/2026), sebanyak 7,43 poin (0,12%) menjadi 6.343,71.
Net sell terbanyak disumbangkan lima saham berikut, yaitu BBCA senilai Rp 214,98 miliar, EMAS senilai Rp 109,74 miliar, TLKM senilai Rp 96,69 miliar, ANTM Rp 89,13 miliar, dan BRMS mencapai Rp 79,60 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terbanyak disumbangkan saham DSSA mencapai Rp 317,72 miliar, TPIA senilai Rp 105,64 miliar, PTRO sebanyak Rp 100,66 miliar, BBRI mencapai Rp 82,68 miliar, dan BBNI sebanyak Rp 44,73 miliar.
Baca Juga
EV Makin Melaju, 'Home Charging' PLN Tembus 92.000 Pelangggan
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor property melemah 0,70%, sektor keuangan 0,24%, sektor kesehatan 0,48%, sektor konsumer non primer 0,28%, sektor teknologi 0,40%, dan sektor infrastruktur 0,08%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi, konsumer primer, energi, industry.
Meski indeks melemah, beberapa saham berikut catatkan lomptan harga mengesankan, yaitu TMPO naik 25,20% menjadi Rp 159, PDES naik 24,74% menjadi Rp 474, FAST naik 22,78% menjadi Rp 388, IATA naik 21,88% menjadi Rp 117, dan JGLE menguat 20,48% menjadi Rp 100.
Kemarin, IHSG ditutup menguat sebanyak 31,53 poin (0,50%) menjadi 6.351, meski investor asing berbalik mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 182,77 miliar. Net sell terbanyak melanda lima saham berikut, yaitu TLKM senilai Rp 157,93 miliar, TPIA mencapai Rp 138,01 miliar, ASII senilai Rp 84,95 miliar.
Baca Juga
Kemenkeu Proyeksi Rerata Harga Minyak 2026 Melambung dari Asumsi Makro, di Angka US$ 83 per Barel
Penguatan tersebut ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti material dasar 2,22%, kesehatan 2,35%, property 1,60%, teknologi 1,34%, kesehatan 1,94%, energi 1,61%, konsumer non primer 1,61%, konsumer primer 1,61%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan 0,05% dan infrastruktur 0,99%.
Penguatan tersebut juga didukugn lompatan saham big cap, seperti DCII naik 5,88%, EMAS naik 8,03%, ANTM menguat 6,23%, AMMN 3,27%, CMRY menguat 3,49%. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham grup Bakrie, seperti BUMI, BNBR, DEWA, BIPI, VKTR hingga JGLE.
Di tengah penguatan tersebut, beberapa saham berikut torehkan lompatan harga, yaitu SLIS naik 25,40% menjadi Rp 79, TRUK naik 25% menjadi Rp 675, CBPE naik 25% menjadi Rp 440, TALF naik 24,87% menjadi Rp 1.205, dan VKTR naik 20,27% menjadi Rp 890.
