Net Sell Saham Berlanjut Rp 737,40 Miliar, Pemodal Asing Obral BBCA hingga BBNI
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 737,40 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (1/10/2025), sebanyak 17,24 poin (0,21%) menjadi 8.043.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 731,15 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) senilai Rp 445,87 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencapai Rp 80,70 miliar, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 73,59 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 55,92 miliar.
Baca Juga
XLSmart (EXCL) Mulai Terapkan Teknologi Face Recognition untuk Registrasi Kartu SIM
Sebaliknya pembelian bersih melanda lima saham berikut, yaitu saham PT Sinarmas Multi Artha Tbk (SMMA) Rp 255,97 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BRMS) Rp 229,13 miliar, PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 129,10 miliar, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp 100,77 miliar, dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) Rp 94,56 miliar.
Penurunan saham ditopang pelamhan mayoritas sektor saham, sektor konsumer non primer 1,03%, sektor keuangan 0,69%, sektor properti 0,51%, sektor infrastruktur 0,50%, dan sektor transportasi 0,97%. Sebaliknya lonjakan melanda saham sektor teknologi 4,93%, sektor konsumer primer 1,41%, dan sektor material dasar 1,37%.
Meski IHSG lanjutkan penurunan, sejumlah saham berikut cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham UFOE menguat 34,72% menjadi Rp 260, TFAS menguat 34,13% menjadi Rp 224, ASLI naik 34,33% menjadi Rp 90, dan saham ESTA melesat 34,04% menjadi Rp 126.
ARA juga melanda saham CBPE menguat sebanyak 24,27% menjadi Rp 256, saham PIPA melesat 24,81% menjadi Rp 322, dan EMTK menguat 24,70% menjadi Rp 1.565. Meski tak ARA, saham berikut catatkan kenaikan harga pesat, seperti saham BAJA menguat 27,03% menjadi Rp 188, TRIS menguat 24,21% menjadi Rp 236, saham TINS mengaut 18,38% menjadi Rp 1.900, dan saham SCMA menguat 17,86% menjadi Rp 396.
Baca Juga
Gen Z dan Milenial Serbu Apartemen Jakarta, KPA Jadi Andalan
Kemarin, IHSG ditutup anjlok sebanyak 62,18 poin (0,77%) menjadi 8.061 dan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 1,70 triliun. Penjualan bersih terbanyak melanda saham MMLP senilai Rp 1,38 triliun, BBCA Rp 383,58 miliar, dan BBRI Rp 229,37 miliar.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan mayoritas sektor saham, seperti sektor industri 1,42%, sektor keuangan 1,37%, sektor teknologi 1,34%, sektor infrastruktur 1,12%, sektor transportasi 1,83%, sektor material dasar 1,06%, dan sektor konsumer non primer 0,70%. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor properti dan energi.
Meski IHSG melemah, sejumlah saham berikut torehkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham OILS melambung 34,72% menjadi Rp 260, RMKO naik 34,12% menjadi Rp 228, ASLI melesat 34% menjadi Rp 67, saham ERTX melambung 34,65% menjadi Rp 171, dan KAQI naik 33,85% menjadi Rp 87. ARA juga melanda saham KOKA dengan kenaikan 25% menjadi Rp 310, saham FAST naik 25% menjadi Rp 725, saham RANC cetak ARA dengan kenaikan 24,69% menjadi Rp 1.010, saham MRAT naik 24,60% menjadi Rp 314, dan saham BEEF naik 24,43% menjadi Rp 550.

