Net Sell Berlanjut Rp 455,20 Miliar, Pemodal Asing Lepas Saham BBCA hingga BREN
JAKARTA, investortrust.id — Pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 455,20 miliar, seiring dengan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (8/10/2025), ditutup melemah tipis 3,25 poin (0,04%) menjadi 8.166. Rentang pergerakan 8.044-8.224 dengan nilai transaksi Rp 27,83 triliun.
Net sell terbanyak melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 757,29 miliar, PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) mencapai Rp 150,93 miliar, PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) Rp 100,41 miliar, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 83,79 miliar, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) Rp 67,65 miliar.
Baca Juga
Sebaliknya pembelian bersih (net buy) melanda saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 95,98 miliar, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) Rp 88,94 miliar, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) Rp 72,97 miliar, PT Raharga Energi Cepu Tbk (RATU) Rp 60,80 miliar, dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) Rp 57,85 miliar.
Penurunan dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti infrastruktur 0,93%, sektor keuangan 0,60%, dan kesehatan 0,50%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor sektor industry 2,93%, sektor energi 2,74%, dan material dasar 1,49%. Penguatan juga melanda saham property 0,44%, konsumer primer 0,23%, dan sektor transportasi 1,77%.
Meski indeks melemah, sejumlah saham ini cetak kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ESTA naik 34,64% menjadi Rp 206, CENT naik 34,38% menjadi Rp 172, NTBK naik 34,15% menjadi Rp 110, dan TRIN naik 33,47% menjadi Rp 202. Kenaikan juga melanda saham TFAS sebanyak 25% menjadi Rp 310, AGII naik 25% menjadi Rp 1.950, dan MORA naik 25% menjadi Rp 585.
ARA juga melanda saham PICO naik 24,48% menjadi Rp 356, saham ADMR melesat 24,89% menjadi Rp 1.380, UFOE naik 24,65% menjadi Rp 354, RATU melesat 20% menjadi Rp 9.000, dan POLU menguat 19,96% menjadi Rp 29.150.
Kemarin, IHSG ditutup naik 29,30 poin (0,36%) ke rekor penutupan tertinggi baru sepanjang masa 8.169. Investor asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) senilai Rp 89,44 miliar disumbangkan BBRI Rp 167,29 miliar, EMTK Rp 114,10 miliar, dan BMRI Rp 99,66 miliar.
Baca Juga
Tak Ajukan Pengganti Anggito, Purbaya Bakal Tangani Langsung Ditjen Pajak dan Bea Cukai
Penguatan tersebut terdorong kenaikan sejumlah saham sektor, seperti saham sektor energi naik 2,62%, sektor infrastruktur menguat 2,33%, sektor transportasi 3%, sektor teknologi 0,35%, dan sektor keuangan 0,01%. Sektor saham lainnya mengalami penurunan seperti sektor property, sektor industry, dan konsumer primer.
Di tengah lompatan IHSG tersebut, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham ASLI melesat 34,97% menjadi Rp 220, TRIN naik 34,82% menjadi Rp 151, FOLK melambung 34,78% menjadi Rp 155, dan NTBK naik 34,43% menjadi Rp 82.
ARA juga melanda saham CUAN sebanyak 24,72% menjadi Rp 2.220, CBRE sebanyak 24,70% menjadi menjadi Rp 1.565, SSTM naik 24,68% menjadi Rp 394, NIKL melesat 24,60% menjadi Rp 466, SKRN menguat 24,35% menjadi Rp 715, UFOE naik 24,56% menjadi Rp 284, COCO menguat 24,44% menjadi Rp 555, PICO naik 24,35% menjadi Rp 286, dan POLU menguat 19,88% menjadi Rp 24.275.

