Laba MDIY Naik 16,4% di Semester I 2026, Ini Faktor Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) atau MR DIY mencatatkan pertumbuhan laba bersih dobel digit pada Semester I-2026. Kinerja positif ini diraih di tengah tantangan persaingan sektor ritel serta dinamika ekonomi makro.
Berdasarkan laporan kinerja periode Januari–Juni 2026, MDIY membukukan laba periode berjalan sebesar Rp590,7 miliar, atau melonjak 16,4% secara year-on-year (YoY). Peningkatan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan yang naik 24,5% YoY menjadi Rp4,6 triliun.
Selain top-line dan bottom-line, sejumlah metrik kinerja operasional MDIY juga mencatatkan kenaikan dobel digit. Jumlah transaksi tercatat naik 23,3% YoY hingga mencapai 58,7 juta transaksi sepanjang paruh pertama 2026.
Baca Juga
Dari sisi ekspansi, MDIY telah membuka 130 toko baru pada periode yang sama. Secara keseluruhan, total jaringan toko MDIY di seluruh Indonesia kini mencapai 1.349 toko, mempertahankan posisinya sebagai pemimpin di sektor ritel sejenis.
Terkait keberhasilan tersebut, Analis Ajaib Sekuritas Alvin menilai, capaian ini mencerminkan keberhasilan eksekusi strategi perseroan di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
“Kinerja ditandai dengan pertumbuhan dobel digit baik dari sisi top-line maupun bottom-line. Metrik kinerja operasional seluruhnya bagus, ekspansi gerai terus berlanjut. Ini jadi tanda MDIY sukses mengeksekusi strategi dengan baik meski kondisi ekonomi cukup menantang,” ungkap Alvin.
Baca Juga
Jurus Daya Intiguna (MDIY) Genjot Kinerja: Andalkan Harga Murah dan Inovasi Produk
Alvin turut menyoroti strategi inovatif MR DIY (MDIY) dalam menjaga momentum margin bisnis yang kuat di saat peritel lain dihadapkan pada kenaikan harga bahan baku akibat volatilitas harga energi global.
“MDIY menyasar segmen mass market dan harga bahan baku naik tetapi momentum pertumbuhan bottom-line tetap terjaga. Ini adalah hal yang menarik, apalagi dilusi margin juga relatif minimal,” tambah Alvin.
MDIY dinilai berhasil mengeksekusi strategi pada segmen mass market yang tergolong sensitif terhadap harga (price sensitive), serta mampu memanfaatkan momentum untuk mendorong pertumbuhan penjualan. Beberapa momentum yang dimanfaatkan antara lain program back to school saat memasuki periode tahun ajaran baru, serta penawaran produk kebutuhan sehari-hari melalui program Super Bombastis.
Rasio Keuangan Sehat
Di samping kinerja pendapatan dan laba bersih, Alvin menekankan kualitas arus kas MDIY. Arus kas dari aktivitas operasional perseroan melesat 166 persen YoY menjadi Rp1,4 triliun. Arus kas operasional ini dinilai telah mencukupi kebutuhan belanja modal (capex) maupun aktivitas pendanaan.
“At the end, perusahaan yang mencatatkan pertumbuhan laba juga harus bisa membuktikannya di arus kas. MDIY menjadi emiten ritel yang pertumbuhan labanya juga tercermin di arus kas. Ini artinya model bisnis MDIY cash generative,” jelas Alvin.
Baca Juga
Perluas Akses STEM Nasional, MR DIY Indonesia Luncurkan “Menginspirasi Generasi Inovator”
Ia menambahkan, peningkatan laba dan arus kas tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kinerja MDIY tidak didorong oleh strategi 'bakar uang' untuk menaikkan transaksi maupun penjualan.
Hingga Semester I 2026, struktur keuangan MDIY berada dalam kondisi sehat dengan rasio utang yang rendah, yakni setara 0,3x dari modal. Rasio perputaran inventori juga membaik menjadi 194 hari, yang mengindikasikan barang atau produk terjual lebih cepat sehingga memperkuat arus kas.
Sementara itu, rasio rentabilitas perseroan turut mengalami perbaikan. Hal ini ditunjukkan oleh rasio laba terhadap ekuitas atau Return on Equity (ROE) yang meningkat menjadi 27,5 persen per Juni 2026, dibandingkan capaian tahun 2025 sebesar 26,8%.
