Konsumsi Masyarakat Indonesia Bakal Bertumbuh Positif di Semester I 2026, Ini Faktor Pendorongnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Mandiri Institute memproyeksikan konsumsi masyarakat Indonesia tumbuh positif sepanjang semester I 2026. Proyeksi tersebut didorong oleh faktor musiman, terutama momentum Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2026/1447 H, serta libur sekolah pada pertengahan tahun.
“Saya sih yakin paling tidak sampai kuartal pertama, bahkan kemungkinan berlanjut hingga kuartal kedua. Karena kuartal pertama ada Ramadan dan Idulfitri, dan kuartal kedua hingga Juni dan Juli nanti ada momen libur sekolah yang biasanya mendorong belanja masyarakat,” kata Kepala Mandiri Institute, Andre Simangunsong saat ditemui di sela-sela acara Public and Business Leader Forum yang diselenggarakan Universitas Brawijaya di Jakarta, Sabtu (13/12/2025).
Andre menambahkan, penguatan konsumsi sebenarnya telah mulai terlihat sejak kuartal IV 2025 seiring dengan berjalannya Paket Stimulus Ekonomi pemerintah.
Baca Juga
Pasar Modal, Senjata Ampuh Milenial dan Gen Z Meraih Kemerdekaan Finansial
“BLT Kesejahteraan Rakyat nilainya sekitar Rp 31 triliun dan Program Magang hampir Rp 500 miliar, jadi totalnya mendekati Rp 32 triliun. Nilai ini cukup material terhadap perekonomian,” kata Andre.
Dikatakan Andre, dengan PDB nominal Indonesia yang berada pada kisaran Rp 22.000–Rp 23.000 triliun, stimulus tersebut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dorongan konsumsi pada akhir 2025.
Dalam kesempatan yang sama, Andre juga menyoroti peran Generasi Z yang semakin dominan dalam struktur konsumsi nasional. “Ke depan, yang perlu diantisipasi adalah Gen Z yang semakin dominan. Oleh karena itu, memahami pola konsumsi Gen Z menjadi sangat penting,” tandas dia.
Menurut Andre, pola konsumsi Generasi Z cenderung mengarah pada kebutuhan tersier, seperti pengeluaran untuk olahraga, hobi, dan hiburan. Meski demikian, belanja untuk kebutuhan esensial, termasuk makan di luar rumah, masih mencatatkan porsi yang besar.
“Pengeluaran Gen Z banyak terkait dengan makan di restoran dan kebutuhan tersier, kemudian diikuti kebutuhan esensial. Kelompok ini umumnya berasal dari kalangan mahasiswa dan lulusan baru,” ungkap Andre.
Andre mengungkapkan, kontribusi Generasi Z terhadap total konsumsi masyarakat Indonesia lintas usia saat ini berada pada kisaran 48–51%. “Secara keseluruhan, kontribusi Gen Z terhadap konsumsi nasional sudah mencapai sekitar 48 sampai 51%,” tutup dia.

