Ekspor Maret 2024 Bertumbuh, Dua Komoditas Ini Pendorongnya
JAKARTA, investortrust.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor pada Maret 2024 sebesar US$ 22,43 miliar atau naik secara bulanan (mom) 16,4%, dibandingkan Februari 2024.
“Nilai ekspor migas tercatat US$ 1,29 miliar atau naik 5,62%. Sementara nilai ekspor non migas naik 17,12% dengan nilai US$ 21,15 miliar,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam rilis bulanan BPS, Senin (22/4/2024).
Baca Juga
Pengamat Ini Sebut Konflik Israel-Iran Bukan Pemicu Koreksi Rupiah, Tapi Faktor Ini…
Dia mengatakan, kenaikan ekspor per Maret 2024 didorong peningkatan ekspor nonmigas. Komoditas utama yang mendorong kenaikan ekspor nonmigas, yaitu logam mulia dan perhiasaan permata (HS 71) dengan andil terhadap ekspor sebesar 4,85%, besi dan baja (HS 72) dengan andil sebesar 2,35%, serta lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) dengan andil 1,71%.
“Sementara itu peningkatan ekspor migas didorong peningkatan nilai ekspor gas dengan andil 0,43%” kata dia.
Meski demikian, secara tahunan kinerja ekspor pada Maret 2024 ini mengalami pelemahan sebesar 4,19%. Kontraksi ini didorong penurunan ekspor nonmigas terutama pada bahan bakar mineral (HS 27), besi dan baja (HS 72) dan lemak hewan nabati (HS 15).
Baca Juga
Berdasarkan sektor, Amalia mengatakan, ekspor di sektor nonmigas Indonesia total mencapai US$ 21,15 miliar. Sektor pengolahan masih menyumbang kontribusi sebesar US$ 16,55 miliar. “Sektor industri pengolahan naik 21,45% dengan andil peningkatan 15,17%” kata dia.
Peningkatan ini utamanya, kata Amalia, disebabkan peningkatan ekspor logam dasar mulai dari barang perhiasan dan barang berharga, minyak kelapa sawit, logam dasar bukan besi, serta besi dan baja.
Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hanya berkontribusi sebesar US$ 0,42 miliar dan sektor pertambangan dan lainnya sebesar US$ 4,16 miliar. “Secara tahunan semua sektor meningkat, kecuali sektor pertambangan dan lainnya yang turun sebesar 19,72%. Ekspor komoditas pertanian naik 14,07%” ujar dia.

