JPFA bakal Bertumbuh lebih Cepat Didukung Sejumlah Faktor Ini, Bagaimana Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) diprediksi cetak lompatan kinerja keuangan yang kuat sepanjang 2025, seiring ekspansi produk baru, harga unggas yang tren naik, serta dukungan program pemerintah. Kenaikan laba sebelum bunga dan pajak (EBIT) diprediksi mencapai 8,4% dan pendapatan sekitar 20% pada 2025.
Analis Sucor Sekuritas Giovanus Marcell Lie dalam riset yang dipublikasikan belum lama ini menyebutkan bahwa pertumbuhan penjualan didukung langkah JAPFA mulai menggarap pasar premium dengan meluncurkan Olagod, yaitu merek daging ayam probiotik siap masak dan siap saji. Strategi ini ditujukan untuk meningkatkan profitabilitas sekaligus memperluas segmen konsumen modern. JAPFA menjalin kemitraan strategis dengan Garuda Indonesia untuk layanan katering udara serta Kitchenette Restaurant Chain.
Baca Juga
Nusantara Sawit (NSSS) Cetak Lonjakan Laba 309% Didukung Ini
“Langkah ini diharapkan memperkuat posisi keuangan perusahaan dan mendiversifikasi sumber pendapatan di tengah permintaan konsumen yang terus meningkat,” tulis riset tersebut.
Selain peluncuran produk baru, Sucor Sekuritas menyebutkan, ekspektasi kuatnya kinerja tahun ini didukung atas harga unggas yang tinggi dipicu pengetatan pasokan akibat pembatasan impor ayam pembibit (GPS). Dampak terbesar pengurangan pasokan akan terasa pada akhir 2025 hingga 2026. “Meskipun kuota impor berpotensi meningkat, pengurangan tajam di 2024 akan menahan pasokan unggas dalam dua tahun mendatang yang berimbas terhadap harga jual produk,” tulisnya.
Sumber: Sucor Sekuritas
Dukungan MBG
Sucor Sekuritas mengatakan peluang penguatan kinerja JPFA didukung program makan bergizi gratis (MBG) dari pemerintah yang menjadikan ayam sebagai bahan pokok, menjadi pendorong permintaan jangka panjang bagi industri unggas. Apalagi program ini ditargetkan menjangkau 83 juta penerima manfaat pada akhir 2025, naik dari 30 juta pada September 2025.
“Program MBG menciptakan permintaan struktural terhadap produk unggas, memberi visibilitas kuat bagi pemain besar seperti JAPFA berkat jaringan operasi nasional dan kapasitas produksi yang luas,” terangnya.
Baca Juga
Minyak Brent Meroket Hampir 5% Usai AS Jatuhkan Sanksi Baru pada Perusahaan Energi Raksasa Rusia
Sejumlah faktor tersebut berpotensi mengerek naik laba bersih perseroan tahun ini sebanyak 38% dan diharapkan lanjutkan peningkatan sebanyak 29% pada 2026. Margin laba kotor JPFA juga diprediksi naik menjadi 20,2% pada 2025 dan 20,6% pada 2026.
Sejumlah sentimen positif tersebut mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham dengan target harga Rp 2.855 per saham. Target tersebut merefleksikan P/E tahun 2026 sebanyak 6,2 kali. Saat ini, JAPFA berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan pertumbuhan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.

