Sejumlah Faktor Ini Ungkap Potensi Besar Satria Antara (SAPX), Bagaimana dengan Sahamnya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) memiliki peluang pertumbuhan menjanjikan ke depan didukung sejumlah faktor, seperti posisi perseroan sebagai pemimpin pasar dalam bisnis COD dan potensi pertumbuhan industri logistik.
Reliance Sekuritas melalui emiten highlight yang diterbitkan kemarin menyebutkan ada sejumlah faktor fundamental yang berpotensi menopang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan ke depan. Pertama, SAPX adalah perusahaan kurir dengan kemampuan komprehensif untuk memenuhi permintaan korporat, e-commerce, dan social commerce. Perseroan menawarkan layanan kurir 3PL, pengiriman barang, manajemen gudang, dan logistik 4PL dengan jejak di semua wilayah di seluruh negeri.
Baca Juga
Suspensi Saham Satria Antaran (SAPX) Dibuka, Langsung Masuk PPK!
Potensi pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, terang riset tersebut, didukung masih besarnya peluang pasar sektor transportasi dan logistik sebagai komponen vital ekonomi Indonesia. “Sektor ini harus tetap kuat, terencana dengan baik, dan terawat dengan baik untuk mendukung operasi perusahaan dan mendorong perkembangan sektor-sektor lainnya,” tulisnya.
SAPX, terang dia, juga bakal terdorong kemajuan bisnis E-commerce yang berimbas terhadap peningkatan permintaan pengiriman barang. Diprediksi industri transportasi dan logistik Indonesia bisa berkembang dengan CAGR sebesar 6,48% tahun 2030. Ukuran pasar juga diperkirakan akan mencapai US$ 178,1 miliar pada 2030.
Selain faktor tersebut, dia menyebutkan, SAPX didukung posisinya sebagai pemimpin utama dalam bisnis COD. “Kami melihat bahwa perusahaan akan mempertahankan posisinya sebagai pemain kunci dalam bisnis COD, didorong oleh area cakupannya 7.281 kecamatan (dari 7.288 kecamatan di Indonesia pada 2023), di mana 80% atau 5.793 kecamatan dilayani oleh sistem COD SAPX,” tulisnya.
Baca Juga
Ecommerce Bersiap Naikkan Fee Merchants, Begini Dampaknya bagi GOTO, BELI, dan BUKA
SAPX juga didukung portofolio pelanggan yang terdiversifikasi. Pada 2023, pendapatan dari e-commerce dan social commerce menyumbang 45% terhadap total pendapatan dan sebanyak 55% berasal dari industri B2B, seperti perbankan, lembaga keuangan, FMCG, farmasi, layanan, dan pasar.
Secara teknikal, Reliance Sekuritas menyebutkan, saham SAPX tengah membentuk candle saham berbentuk white spinning top dan menembus MA20. Pola ini mengindikasikan peluang kenaikan saham SAPX lebih lanjut. Indikator stochastic juga menggambarkan SAPX sedang golden cross. Dengan demikian, saham SAPX berpeluang menguat menuju resistance Rp 3,390, apabila tembus SAPX akan ke level Rp 3.500.
Grafik Saham SAPX

