Penjualan Merdeka Copper Gold (MDKA) Capai US$ 775,6 Juta pada Kuartal II-2026, Ditopang Emas dan Nikel
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) membukukan pendapatan penjualan sebesar US$775,6 juta dari produk utama pada kuartal II-2026. Penjualan tersebut ditopang oleh kontribusi emas, tembaga, nickel pig iron (NPI), high-grade nickel matte (HGNM), bijih limonit, dan asam sulfat.
Hingga awal Agustus 2026, Perseroan belum mempublikasikan secara rinci laba bersih konsolidasi untuk kuartal II atau semester I-2026.
Pada segmen emas, MDKA mencatat penjualan 36.574 ounce emas, terdiri atas 30.135 ounce dari Tambang Emas Tujuh Bukit (TB Gold) dan 6.439 ounce dari Tambang Emas Pani. Dengan harga jual rata-rata US$ 4.511 per ounce, penjualan emas menghasilkan pendapatan sebesar US$ 165 juta.
Baca Juga
Bukit Uluwatu (BUVA) Akan Rights Issue Rp1,54 Triliun, Happy Hapsoro Jadi Pembeli Siaga
TB Gold tetap menjadi penopang utama operasional Perseroan dengan produksi 24.567 ounce emas pada kuartal II-2026. Penjualan emas dari tambang tersebut meningkat 23% secara kuartalan menjadi 30.135 ounce. TB Gold mencatat harga jual rata-rata US$ 4.539 per ounce, dengan cash cost US$ 1.743 per ounce dan all-in sustaining cost (AISC) US$2.486 per ounce, termasuk royalti dan setelah memperhitungkan kredit perak.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold Albert Saputro mengatakan, TB Gold tetap menjadi fondasi operasi perseroan, sementara Tambang Emas Pani terus meningkatkan produksi dan Wetar mencatat perbaikan margin.
"TB Gold tetap menjadi basis operasi yang kuat, Pani bergerak menuju produksi dengan volume yang lebih tinggi, Wetar mencatat perbaikan margin, dan MBMA terus mengembangkan platform nikel terintegrasinya," ujar Albert, Senin (3/8/2026).
Di Wetar, produksi tembaga mencapai 1.484 ton, sedangkan penjualan tembaga mencapai 1.924 ton dengan harga jual rata-rata US$5,83 per pon. Perseroan juga mencatat perbaikan cash cost menjadi US$2,27 per pon dan AISC menjadi US$2,80 per pon.
Baca Juga
IHSG Ditutup Turun Tipis Terseret Saham Emiten Prajogo, Sebaliknya ARA Bertebaran Dipimpin JKON
Menurut manajemen, peningkatan kinerja Wetar didukung optimalisasi pemulihan tembaga dari heap leach pad, termasuk aktivitas pad turnover, re-fluffing, dan uji bioleaching untuk meningkatkan efisiensi perolehan tembaga.
Sementara itu, Tambang Emas Pani yang dioperasikan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melanjutkan proses ramp-up setelah operasi heap leach dimulai pada kuartal I-2026. Produksi mencapai 15.594 ounce emas dan 29.796 ounce perak, meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang masing-masing sebesar 1.818 ounce emas dan 3.496 ounce perak.
Pada bisnis nikel melalui PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), produksi saprolit dan limonit masing-masing meningkat 130% dan 87% secara tahunan. Produksi NPI naik 16% menjadi 19.505 ton nikel, sedangkan produksi High-Grade Nickel Matte (HGNM) mencapai 9.165 ton setara nikel. Penjualan HGNM juga meningkat 30% secara kuartalan menjadi 10.457 ton nikel.
Selain itu, operasi AIM memproduksi 258.060 ton asam sulfat dan menjual 383.177 ton selama kuartal II-2026. PT ESG New Energy Material memproduksi 4.831 ton nikel dalam bentuk Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), sementara PT Sulawesi Nickel Cobalt menargetkan penjualan perdana MHP dari proyek HPAL pada paruh kedua 2026.
Baca Juga
Perseroan mempertahankan panduan produksi 2026 di seluruh lini bisnis utama. TB Gold menargetkan produksi 80.000-90.000 ounce emas, Tambang Emas Pani 100.000-115.000 ounce emas, sedangkan produksi tembaga Wetar diproyeksikan 4.000-5.000 ton.
Di segmen nikel, pengiriman bijih saprolit diperkirakan mencapai 8-10 juta wet metric tonnes, sementara penjualan bijih limonit diperkirakan 20-25 juta wet metric tonnes. "Ke depan, kami tetap fokus pada eksekusi yang disiplin, berlanjutnya ramp-up Pani, serta pengembangan TB Copper melalui tahap Feasibility Study," ujar Albert.
Per 30 Juni 2026, Merdeka Copper Gold memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 683 juta, setelah dikurangi kas yang dibatasi penggunaannya, serta fasilitas pinjaman yang belum ditarik sebesar US$252,6 juta, yang mendukung posisi likuiditas Perseroan.
