IHSG Sesi I Ditutup Turun 1,84%, Sebaliknya saham JKON hingga KDTN Tetap Perkasa
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Senin (3/8/2026), ditutup turun 1,84 poin (0,03%) menjadi 6.234. Rentang pergerakan 6.123-6.273 dengan nilai transaksi Rp 7,46 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan, teknologi, industry, keseshatan, property. Sebaliknya kenaikan melanda sektor konsumer primer dan konsumer non primer.
Baca Juga
Adapun beberapa saham dengan kenaikan harga pesat sepanjang sesi I, yaitu saham JKON menguat 28,79% menjadi Rp 85, IATA naik 25% menjadi Rp 95, TRUK naik 25% menjadi Rp 540, KDTN naik 22,87% menjadi Rp 462, dan TALF menguat 19,01% menjadi Rp 845.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup melesat 49,77 poin (0,80%) menjadi 6.236,13 dengan pemodal asing mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 250,53 miliar. Net sell terbanyak melanda saham MSIN senilai Rp 160,48 miliar, UNTR senilai Rp 106,42 miliar, dan BBCA senilai Rp 100,40 miliar.
Baca Juga
Bisnis Moncer, Laba Tugu Insurance (TUGU) Melesat 76,87% Jadi Rp 480,29 Miliar di Semester I 2026
Adapun kenaikan IHSG hari ini ditopang penguatan sejumlah sektor saham berikut, yaitu sektor material dasar 2,54%, kesehatan 2,23%, konsumer primer 1,95%, property 1,52%, industry 1,20%, energi 0,68%, dan infrastruktur Sebaliknya penurunan hanya melanda saham sektor konsumer non primer.
Sejalan dengan kenaikan tersebut, empat saham berikut torehkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham IATA naik 33,33% menjadi Rp 76, SGRO naik 24,85% menjadi Rp 4.070, TALF menguat 24,56% menjadi Rp 710, FPNI menguat 24,54% menjadi Rp 406. Kenaikan juga melanda saham OPMS dan MLPT lebih dari 20%.
